Thursday, April 10, 2014

Bantahan atas blog resmi Perkumpulan MABA dan Kepala TK SD Unggulan Al Yaklu Outlook Arjosari Malang

Falsafah hidup menyeberang jalan.
”Saat Anda menyeberang jalan, pasti Tuhan akan memberikan kesempatan terbaik kapan Anda harus menyeberang. Jika Anda memaksa diri menyeberang hal ini pasti mengganggu pengguna jalan lain, misalnya pengendara mobil / motor tiba-tiba harus mengerem untuk memberi jalan Anda. Tentu ini membuat repot orang lain dan kenyamanan mereka mengendara. Sekalipun selamat sampai di seberang, hati anda tetap berdebar-debar. Namun jika Anda celaka, yang rugi Anda sendiri dan keluarga Anda. Orang lain yang menabrak Anda mungkin menjadi korban berikutnya: dia jadi tersangka, masuk penjara (atau ia mengganti biaya berobat korban), anak istrinya jadi korban berikutnya. Akhirnya banyak orang susah dibuatnya.”
Falsafah ini ingin saya sampaikan dengan maksud bahwa ada saat terbaik kapan kita kaya, kapan kita sukses dan kapan kita harus bersabar. Tidak perlu memaksakan diri untuk mencapai sukses apalagi menghalalkan segala cara, melanggar hukum dan ajaran agama, melanggar tatanan masyarakat, merasa benar sendiri, merasa paling ngerti agama dan memandang kehidupan dengan sebelah mata. Demikian juga dengan kejahatan yang dilakukan seorang Sukirman Purwakarta (DPO Kasus Priok 1984) alias Asbirin Maulana sebagai otak perampokan toko emas Ponorogo tahun 1996, maka banyak pihak menjadi korban: termasuk ummat Yayasan Perkumpulan Manunggal Bangsa (MABA) Malang yang harus menanggung dosanya. Bahkan institusi VEDC Malang terseret-seret nama baiknya dikarenakan beberapa pegawainya (Sukirman pendek dan Langgeng) terlibat dalam melindungi jati diri dan keberadaan owner Yayasan Manunggal Bangsa yaitu Sukirman Purwakarta (DPO Kasus Priok 1984) alias Asbirin Maulana dan menjadi DPO Polda Jatim 1996.




Inilah bantahan atas pernyataan blog resmi pengurus Yayasan Manunggal Bangsa cq. TK-SD Unggulan Al Ya’lu International Outlook School Arjosari Malang yang diterbitkan oleh Yayasan Manunggal Bangsa bersama Kepala Taman Kanak Kanak dan Sekolah Dasar Unggulan Al Ya’lu berdasarkan dokumen resmi dari notaris pejabat negara yang syah dan memiliki ijin dari departemen hukum dan HAM.
(Bantahan: Jika gentleman, coba hadirkan dan datangkan Ketua Umum yayasan Fikrun Nisaa’ dan Yayasan / Perkumpulan Manunggal Bangsa Bapak Asbirin Maulana, agar dia datang ke Polresta Malang atau Polda Jatim atau Kejaksaan Negeri Malang untuk memastikan bahwa dia bukan otak perampokan toko emas Ponorogo Tahun 1996 dan bukan DPO Polda Jatim 1996 sebagaimana yang dituduhkan kepadanya. Biar Polda Jatim buka database kasus kriminal 1995-1996. Anda Berani???)
Setelah membaca blog ini para pembaca dipersilahkan untuk membandingkan dengan blog www.alyaluoutlookschool.blogspot.com yang dibuat oleh beberapa mantan anggota jamaah Al Yalu alias NII / DI TII PISWA dalam yayasan MABA  yang didalangi oleh pimpinannya bernama Sukirman Purwakarta (DPO Kasus Priok 1984) alias Asbirin Maulana alias Abang alias Algar alias Abi alias Syatibi sehingga pembaca dapat menghubungkan isi dan kualitas berita sangat erat, akurat bersumber yang digunakan sangat jauh dari kenyataan. Sebuah penuturan yang panjang lebar serta detail tersebut tidak mungkin dikarang oleh orang yang tidak mengetahui dan mengalami langsung apa yang sebenarnya terjadi di dalam jamaah tersebut.
Setelah membandingkannya dengan akal yang cerdas dan memohon petunjuk Allah SWT agar dibukakan selimut keragu-raguan atas status jamaah Yayasan yang mengaku unggul dan pandai taqiyyah (menyembunyikan keyakinan atau pengakuan yang berbeda dengan yang sesungguhnya di hadapan orang/ pihak yang bukan anggota jama’ah), para pembaca dipersilakan untuk datang dan membuktikannya secara langsung. Pembaca dapat mempertanyakan:
1. Siapa jati diri sebenarnya bapak Asbirin Maulana selaku Owner yayasan yang katanya bisnisman itu. Apakah bukan mantan preman kampung rambutan yang terlibat peristiwa tanjung priok 1984?
2. Dari mana asalnya sebenarnya?
3. Bagaimana sejarah backgroundnya sebelum sukses?
4. Apa saja resep kesuksesannya sehingga bisa membangun Al Yaklu?
5. Dimana saja alamat tinggal menetapnya yang sebenarnya?
6. Kapan jadwal ketemu istrinya di Malang, istri di Semarang, atau Bandung, sehingga bisa ditemui atau sekedar melapor ke Polresta setempat untuk sekedar membantah isu tuduhan yang dialamatkan padanya seperti dalam beberapa web

http://depotdarisapalu.blogspot.com/

http://ulujukuracingcentermks.blogspot.com/

tersebut?
7. Beranikah Asbirin Maulana alias Sukirman Purwakarta ini mengadakan konfrensi pers agar tuduhan ini dapat segera diatasi?

Dapat kami sarankan agar Asbirin Maulana alias Sukirman Purwakarta terus terang dan melaporkan bahwa dirinya bukan otak perampokan toko emas Ponorogo Tahun 1996 yang lalu, seperti yang dilaporkan oleh mantan anak-anak buahnya dalam web site:

http://depotdarisapalu.blogspot.com/

http://ulujukuracingcentermks.blogspot.com/


Pembaca dapat mengamati lebih dalam lagi bahwa tidak ada foto-foto resmi Asbirin Maulana Purwakarta beserta pengurus yayasan foto bareng dan dipajang di kantor Yayasan atau sekolah TK SD. Misalnya riwayat detail Asbirin Maulana sehingga ia sukses dari nol hingga sukses, hijrah ke Singosari Malang, mendirikan yayasan dan seterusnya. Hal ini akan sangat menjadi penting mengingat masyarakat hati-hati dalam memilih sekolah, background apa yang dimiliki oleh sebuah lembaga bila mau menyekolahkan anak-anaknya. ini membuahkan sepenggal pertanyaan besar: Ada Apa?
Hal ini agar semakin meyakinkan bahwa memang ada yang harus dipertanyakan dengan dengan sejarah “hitam” TK dan SD Unggulan Al Ya’lu Malang. Untuk memberikan informasi yang utuh tentang Al Ya’lu berikut ini kami paparkan perjalan singkat dan lengkap sejak berdirinya hingga perkembangan saat ini.

Latar Belakang
Sejak masih kuliah di Fakultas Pendidikan Teknik Kejuruan di IKIP Yogyakarta kami mengelola pengajian anak anak di berbagai Masjid. Pada tahun 1985 berhasil membangun kerjasama dengan BKPRMI Yogyakarta membentuk Silaturrohmi Pengajian Anak (SPA) se Yogjakarta. Dalam wadah SPA maka pengajian anak dapat berbagi pengalaman dalam penyusunan kurikulum, penggalian metode pembelajaran maupun membangun kerjasama dengan ta’mir masjid dan tokoh masyarakat saat itu. SPA telah menjadi ajang berlatih bagi para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk mengaplikasikan ilmu dan berkomunikasi dengan warga masyarakat.
Ketika mengawali bekerja di PPPGT /VEDC Malang pada tahun 1988 kamipun melanjutkan kegiatan kami membina pengajian anak anak di Malang dan Singosari.
Dalam hal ini Drs. Sukirman, pegawai VEDC asal Kebumen, adalah salah satu pengajar/ ustaz SPA Yogyakarta yang kemudian lulus bekerja di VEDC Malang, bertempat tinggal di Jalan Sidoagung Singosari Malang. Di singosari inilah beberapa orang termasuk kami berkenalan dengan seorang lelaki yang mengaku bernama Asbirin Maulana atau disebut Abang (untuk menyamarkan identitas buronan makar Tanjung Priok 1984 ini)…
Karena takjub dengan materi keislaman yang sama sekali baru/ fresh, dan memang tidak kami ketahui sebelumnya, dimana “pemikiran” Abang alias Asbirin Maulana alias Algar Kabirul Dawam sangat revolusioner dan anti-rejim orde baru waktu itu. Kami tertarik dengan komitmen dia yang “memperjuangkan” Islam, kesetaraan, keadilan, kasih sayang, mudah menolong orang yang lemah dan bodoh. (yang ternyata ini hanyalah strategi jalan untuk menarik simpati dan komitmen pengikutnya)
Penguasaannya pada sejarah Islam dengan melontarkan dalil-dalil ayat di Al Qur’an (dia hafal nomor surat dan ayatnya Al Qur’an) lalu memelintir artinya dihubungkan dengan konteks kekinian.
Akhirnya kami pun merasa kalah argumen dihadapan dia (maklum kami tidak pernah mondok pesantren), kalah hujjah dan mengucapkan syahadat versi NII / DI-TII serta BAI’AT yang dibawa oleh Abang Algar alias Syatibi.

NOSTALGIA: Materi training (indoktrinasi ala NII / Di TII KW Jatim)
Setelah itu kami ditraining mulai hari Jum’at sore sampai minggu malam di tempat yang berbeda-beda untuk tiap angkatan. Satu angkatan sebanyak 7-8 orang. Peserta training ini sebelumnya harus disyahadat dulu oleh pengikut yang ditugaskan penetrasi di kampus atau sekolah atau kelurahan. Petugas ini disebut Naqib. Ada Naqib UNIBRAW, naqib IKIP Malang, Naqib Mondoroko, Naqib Singosari, Naqib Turen, dan Naqib Arjosari. Untuk mengikuti training (indoktrinasi) ini kami harus membayar untuk biaya makan dan akomodasi kami selama 2 malam 3 hari. Training ini dikamuflasekan dengan istilah festival agar tidak tercium oleh aparat kepolisian.
Beberapa materi trainingnya :
1. Prolog
2. Aqidah Islam
3. Strategi Pergerakan / Manhaj Harokah Darul Islam
4. Sejarah Perjuangan Umat Islam Indonesia – SPUI / Sejaran Perjuangan Rasul (SPR)
5. Furqon
6. Zionisme / Protokol Yahudi Dunia
7. Intelejensi / Taqiyyah (Infiltrasi, strategi dan taktik / Stratak)
8. Ummatan Wahidah.

(Bandingkan juga dengan buku referensi: Metode Cuci Otak NII: Pengakuan mantan Juru Doktrin NII oleh Gilang Pratama).



Buku dokumentasi catatan training ini juga pernah diserahkan kepada salah satu media massa di Malang sebagai bukti kebenaran laporan ini.
Kelak, setelah training, ummat yang baru digodog / didoktrin ini wajib dibina oleh naqib masing-masing dalam pertemuan rutin tertutup. Pada tahap selanjutnya peserta dilibatkan dalam beberapa kegiatan jamaah untuk melihat tingkat loyalitas, prestasi dakwah dan komitmen harokah.
Sepulang training kami pun merasa mengalami hidup baru. Kini kami punya pandangan baru terhadap dunia (welt anschaung) atau world view. Saat itu, kami bangga punya furqon dan kami berbeda dengan masyarakat muslim ”jahiliyah” Indonesia. Dalam pandangan kami, NU = kafir, Muhammadiyah = kafir, Persis = Kafir, Ahlussunnah = kafir (cuman klaim doang). Kami juga dianggap sebagai generasi awal kaum muslimin Indonesia (assabiquunal awwaluun). Kami lah perintis Negara Islam Indonesia yang dulu pernah dihancurkan rejim Soekarno dan Soeharto Orde Baru.
Gerakan ini rapi tersembunyi, kami diperintahkan agar memakai konsep taqiyyah (menyembunyikan keyakinan, visi dan misi perjuangan NII / DI TII) yaitu dengan bersikap pura-pura sebagai orang muslim biasa dan sama dengan kebanyakan muslim lainnya. Taqiyyah bukan cara baru lagi buat NII. Bagi ummat baru yang punya basis menguasai (al amin) di komunitas musholla atau masjid di lingkungannya, menggunakan media pengajaran pengajian anak-anak sebagai batu loncatan untuk membentuk struktur yang lebih solid untuk merekrut anggota di lingkungan masing-masing.
Kami berda’wah untuk menghimpun kekuatan jamaah. Kami rekrut para pemuda, mahasiswa dan anak sekolah di daerah singosari, mondoroko, anak-anak muda di kantor PPPGT/VEDC Malang, di perumahan timur VEDC arjosari, daerah lawang, daerah kampus UNIBRAW dan daerah IKIP Malang. Selanjutnya dengan memanfaatkan data koneksi anggota yang sudah direkrut akhirnya peta dakwah berkembang ke luar kota. Di luar kota kami pun memasuki kampus ITS Surabaya, UNAIR, UNEJ Jember, Akper-Akzi Madiun, Akzi Malang, UGM Jogja, UNTAD Tadulako Palu, UNHAS Ujung Pandang.

Bagaimana kami bisa tertarik dengan gerakan baru ini?
Panjang dan agak sedikit rumit tapi menarik. Logika masuknya / syahadat nya para pengikut jamaah atau Yayasan Fikrun Nisaa' Arjosari dan Yayasan MABA Malang ini adalah kami diajak untuk berpikir dengan pertanyaan-pertanyaan logis yang akhirnya dicounter dengan jawaban-jawaban logis pula sehingga kami pun "membenarkannya". Misalnya pertanyaan sejarah. Maklumlah, hampir semua mahasiswa, pelajar dan pemuda yang direkrutnya bukan alumni pondok pesantren yang mengetahui sejarah islam sehingga kami sebagai obyek dakwah setuju saja dengan jawaban atau pernyataan dan akhirnya membenarkan. Dapat anda bayangkan, setiap anda membenarkan: Ya / betul, maka secara psikologis anda “kalah argumen”.
Jawaban-jawaban “Logis” inilah pintu masuknya pembenaran materi dakwah jamaah ini. Jadi, karakter obyek dakwah adalah orang-orang yang tidak memiliki ilmu sejarah atau ilmu agamanya pas-pasan. Bahkan kebanyakan mereka yang direkrut orang awam. (Bersyukurlah kami, karena Allah menitipkan akal kepada setiap hamba Nya yang kelak akan dapat digunakan berfikir ulang seputar hakikat sebenarnya apa dan bagaimana gerakan ini ternyata salah besar/ sesat.
Ayat Al Quran yang paling awal turun adalah Iqro’. Anggota yang direkrut di minta Iqro dengan pertanyaan berikut ini. Inilah beberapa pertanyaan yang pernah mereka lontarkan:
  1.  Apakah kamu Muslim?
  2.  Kamu Muslim keturunan atau muslim karena sadar? Atau kamu dari kristen masuk Islam?
  3.  Jika muslim, sejak kapan kamu jadi muslim?
  4.  Dengan cara bagaimana kamu menjadi muslim?
  5.  .OKE. Jika kamu pernah syahadat, siapa yang menyaksikan prosesi syahadat masuk Islamnya kamu?
  6. - Apa syarat-syarat bersyahadat yang benar menurut Islam?
  7.  Apa saja syarat-syarat saksi dalam syahadat kamu?
  8.  Nah sekarang apakah ayah dan ibumu juga Muslim?
  9.  Sejak kapan ayah dan ibumu jadi muslim?
  10.  Dengan cara bagaimana ayah dan ibumu menjadi muslim?
  11.  Siapa saksi prosesi syahadat ayah dan ibumu?
  12.  Jika dulu ayah Ibumu di islamkan kakek nenekmu, apa kakek nenekmu juga muslim? Kapan mereka masuk Islam
Setiap pertanyaan dijawab dengan ayat Al Quran atau sejarah Nabi Muhammad. Tentu saja kami percaya dan yakin padahal penerjemahannya atau penafsirannya Al Quran diplintir oleh Asbirin Maulana. Atau jika materi sejarah, kami hanya tahu sedikit.
- Bagaimana status keislaman ummat (yang katanya ummat) Islam saat ini, apakah mereka kafir (KF), jahil (JL) atau musyrik (menyembah Allah dan mengikuti Pancasila)?
- Apa definisi beriman? Apakah sekedar percaya? Tidak. Beriman adalah percaya dan mengikuti. Anda sekalian sekarang beriman kepada Allah. Di waktu yang sama Anda juga beriman kepada Pancasila dan presiden negara RI ini. Nah tuh, apa status keimanan Anda? Anda dicap kaum musyrik
- Bagaimana kondisi masyarakat kita saat ini: apakah islami ataukah jahiliyyah musyrikin?
- Apa ciri-ciri ummat jahiliyah musyrikin?
- Apakah ummat Islam sekarang memiliki pemimpin dunia seperti ummat katholik/ Paus Yohannes Paulus (saat itu, red.)?
- Jika memiliki pemimpin negara, katakan Presiden RI yang Muslim, bagaimana status keislaman dan kelakuan Presiden RI sekarang?
- Jika Indonesia itu negara Islam atau anggota OKI, apa saja syarat negara Islam?
- Jika bukan negara Islam seperti NII, apa sebutan buat negara Republik Indonesia saat ini?
- Tahukah kamu sejarah negara Republik Indonesia yang sesungguhnya? Indonesia dihabisi Belanda saat Clash Action pada perang kemerdekaan.
- Sah-kah negara RI ini? Masak ada negara diproklamirkan tanggal 17 agustus, baru besoknya tanggal 18 Agustus dasar negara dan UUD 1945 disahkan kemudian? Negara seperti apa RI ini? Negara Darurat (dianalogikan sama, dalam sejarah disebut Daarun Nadwaa Mekkah pimpinan Abu Jahal)
- Dalam negara darurat (negara RI ini, red.) berlaku perang antara pasukan pimpinan NII Muhammad dan pasukan musuh pimpinan Abu Jahal/ Abu Lahab. Bentuk perangnya bermacam-macam: ada perang pemikiran, perang tanpa mengerahkan kuda-kuda / senjata, hingga perang fisik yang sesungguhnya.
- Dalam perang berlaku segala cara untuk melumpuhkan musuh, mengurangi wilayah kekuasaannya, mengurangi jumlah penduduknya (dengan didakwahi agar memihak pemimpin Islam), dikuasai harta milik mereka (karena harta ini hakikatnya milik Allah SWT) tidak layak dikuasai masyarakat jahiliyah, menyusupkan generasi didikan kita sebagai para pemikir / ilmuwan/ birokrat/tentara/ kepala daerah Islam untuk menguasai pos-pos pemerintahan (strategi Al Amin)
- Siapakah Soekarno? Tahukah kamu sejarahnya Soekarno? Ngaji sama siapa kah dia? Ya tepat. Dia ngaji kepada HOS Cokroaminoto (sekaligus menjadi mantu HOS). Dia ngaji berguru bersama Imam kita: Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo (SMK).
- Tahukah kamu sekarang ini ada Komandemen Wilayah (KW) DI TII di Jawa Timur? Siapakah pimpinan Komandemen Wilayah (KW) DI TII di Jawa Timur? Untuk Anda ketahui
- Jika demikian, maka yang pertama kali meng-islamkan anda-anda semua inilah yang menjadi pemimpin/ Imam. Dan semua telunjuk otomatis menuju pada diri Abang alias Asbirin Maulana.
- Apakah ummat islam sekarang ini satu (ummatan wahidah)?
- Jika terpecah-pecah, apa namanya dan apa sebutan ummat yang berpecah belah?
- Ummat apa namanya yang tidak memiliki pemimpin?
- Bagaimana sejarah nabi Muhammad dulu di Mekkah, bukankah mendakwahi seorang demi seorang (di-islamkan di syahadat satu persatu), kemudian berhimpun menjadi banyak dan kuat membentuk negara Madinah. (pola fase Makkiyah dan Madinah)
- Kami diperintahkan untuk Think globally, act locally. Akhirnya
Seiring berkembangnya pengajian anak-anak menumbuhkan motivasi para orang tua untuk belajar dan menyegarkan kembali ketrampilannya dalam membaca Al Qur anul Karim. Kami mengembangkan metode Kilat Membaca Al Qur an sistim 16 jam, kami banyak membuka pengajian Baca Tulis Al Qur an bagi orang dewasa. Realitasnya dengan berkembanganya kota Malang, muncul berbagai perumahan yang tertarik untuk membentuk kelompok pengajian Baca Tulis Al Qur an. Hal ini mampu mendorong para orang tua untuk memasukkan anaknya pada pengajian yang diadakan di masjid dan musholla.
Dengan strategi menyewa rumah di daerah perumahan sebelah timur kantor VEDC, maka kami dapat memanfaatkan fasilitas apapun yang ada di VEDC Malang yang dapat / dikuasai untuk dialihkan untuk memperkuat base camp rumah sewaan kami beserta jamaah yang nganggur.
Mengingat semakin banyaknya jumlah ummat yang diislamkan, kebanyakan mereka adalah pelajar dan pengangguran, sementara kekuatan keuangan pengurus jamaah ini minim, maka turun ayat FAI. (... tidak tahu jatuh dari mana ini ayat, kok tiba-tiba diturunkan). Nah, bicara tentang turun temurunnya sebuah ayat inilah yang kemudian melahirkan klaim otoritas pimpinan jamaah ini sebagai Nabi Milenium setelah Nabi Muhammad. Atau pada kesempatan lain direvisi menjadi Imam Pemerintahan Islam Sejuta Wali = PISWA. Sehingga ada salah satu anak mereka diberi nama PISWATI).
Menurut pemahaman jamaah ini, ayat Fai adalah ayat yang mengatur rampasan perang tanpa mengerahkan kuda atau, yaitu dengan merampok sebuah toko emas di Ponorogo Tahun 1996. ayat ini sebagai legitimasi bahwa hasil rampokan akan dipegang/ dikuasai Asbirin Maulana.
Aksi perampokan ini melibatkan 7-8 orang pelaku. (Asbirin Maulana, Agus Black- A.I., Agus Supriyanto-antok, Mislani, Imam, Hajran, Aris Hidayat Hadi, Fariz). Sebagian besar pelaku perampokan diantaranya difitnah murtad dan keluar dari jamaah Al Yaklu. Ini skenario Asbirin Maulana untuk menguasai 10 Kg emas hasil rampokan. Emas itu kini sepenuhnya ada di tangan asbirin maulana (disembunyikan di Jawa Barat ditunggui oleh istri pertamanya Purwati dan salah satu ummat bernama Rahmat). Aksi perampokan toko emas Ponorogo ini juga DIABADIKAN oleh koran Jawa Pos berita Jatim. (Silakan lacak di database Jawa Pos 1995-1996)
Sebagai bentuk kepedulian terhadap upaya pengembangan pendidikan Islam dalam membangun akhlaqul karimah dan menanamkan kecintaan pada Al Qur an pada tahun 1995 kami mendirikan Taman Pendidikan Al Qur an (TPQ/TPA). (Santrinya awal mula menggunakan santri pengajian Musholla Miftahul Jannah Arjosari untuk difoto-foto dan diaku sebagai santri....) Dengan pendekatan pembelajaran dan metode belajar yang berbasis pada kompetensi, kami mendirikan TPQ Plus Fikrun Nisaa. Ya, selain membaca dan menulis Al Qur an dan penanaman Akhlaqul karimah kami mengajarkan pula bahasa Arab dan Bahasa Inggris sebagai modal dalam pengembangan ilmu dan agama para siswa/santri. Sebagaimana SPA di Yogyakarta, TPQ Plus Fikrun Nisaa terus berkembang menjadi tempat berlatih bagi para guru TPQ/TPA di Malang.

Peran anggota jamaah Fikrun Nisaa’ dalam Forum Aktivitas Islam (FAI) Masjid Al Hadiid VEDC Malang
Untuk memanfaatkan fasilitas kantor VEDC dan sebagai sarana dipercaya lingkungan sekitar yayasan (metode ”Al Amin” seperti yang dipakai Rasulullah Muhammad), maka Sdr. Drs. Sukirman dan Sdr. Langgeng sebagai pegawai VEDC Malang yang rajin memakmurkan masjid di VEDC –atas perintah Asbirin Maulana- kemudian membentuk Forum Aktivitas Islam (FAI) VEDC Malang. Tentu saja pemerian nama ini tidak kebetulan karena diniatkan pembentukannya sebagai plesetan dari ayat Fa’i dalam Al Qur’an (= harta rampasan perang) dan sarana untuk mengkaburkan kejahatan kriminal perampokan toko emas Ponorogo tahun 1996. (Sejarah FAI Masjid Al Hadiid VEDC Malang bisa ditanyakan kepada pejabat kantor VEDC Malang).
Selanjutnya membentuk Forum Komunikasi Remaja Masjid Malang (FKRMM) yang diinisiatori oleh Drs. Sukirman (postur tubuh pendek) pegawai instalasi Bangunan VEDC Malang, Forum ini didirikan di Auditorium VEDC Malang (waktu itu pada hari minggu, dimana aktifitas kantor sedang libur) dengan tujuan memudahkan gerakan misi dakwah dan penetrasi NII / DI TII ke masjid-masjid di Malang.
Bentuk kegiatan awalnya berupa kegiatan pelatihan teknis gratis: seperti pelatihan teknis Perbaikan dan Pemeliharaan Sound System Masjid. Pelatihan teknis ini diadakan di bagian elektronika VEDC Malang. Dananya (akomodasi peserta) diambil dari kas masjid Al Hadiid VEDC Malang yang diketuai Drs. Sukirman (Ketua FAI). Peserta diklat diundang gratis dari beberapa masjid di Kota Malang untuk menarik simpati mereka pada FAI VEDC.
Pada perkembangan berikutnya membentuk Islamic Study Community (ISC) sebagai kloning FAI dalam merekrut anggota remaja masjid se kota Malang. Lihat http://iscvedc.wordpress.com/page/17/.

Membangun Yayasan
Berkembangnya kegiatan TPQ Plus memerlukan wadah yang lebih formal untuk menyediakan suasana tumbuh berkembang para santri dan bagi dan ustadzah dalam mengaktualisasi diri dan kemampuanya. Pada tanggal 13 Juli 1995 kami mendirikan Yayasan Fikrun Nisaa di hadapan notaris Faisal A Waber, SH. Susunan pengurus Yayasan ini adalah: Penasehat : Drs. Farid Abdullah; Ketua : Drs. Sukirman; Wakil Ketua: Ir. Agustina Lulus Setyaningati Nurul Aminin; Sekretaris: Dra. Ida Gantini (istri Yusron Salafi, masih aktif);  Bendahara I: Frilda Riesssoffiningtyas (keluar dari yayasan); Bendahara II: Dra. Maemunah (keluar dari yayasan). Bidang usaha dan program kerja Yayasan adalah mendirikan Lembaga Pendidikan Formal, Panti Asuhan dan lembaga Pendidikan Formal dari TK, SD sampai dengan Perguruan Tinggi. Program kerja selengkapnya dapat dilihat pada akte notaris terlampir. Sekretariat yayasan berada di Jl. Teluk Kendari no 7 Kelurahan Arjosari, Kecamatan Blimbing Kota Malang. Rumah ini berstatus kontrak atas nama Drs. Sukirman (postur tubuhnya pendek, pegawai VEDC Malang). Sedangkan ketua Yayasan adalah Sukirman Purwakarta (DPO Kasus Priok 1984) alias Abang alias Asbirin Maulana alias Pakde alias Abi alias Satibi alias ahmad Hasta Fariza alias Abu alias Iwan Kurniawan.
Pada waktu mendatang didapatkan data bahwa Sukirman adalah nama asli Asbirin Maulana asal Purwakarta, otak perampokan toko emas Ponorogo 1996. Sukirman yang ini berbeda dengan Drs. Sukirman pegawai VEDC. Memang Sukirman pegawai VEDC pura-pura tidak tahu menahu tentang perampokan tersebut. (Aah, kepolisian juga pinter dan cerdas kok, ntar pasti terungkap deh!)
Sesuai dengan berkembangnya program dan kegiatan yayasan di Indonesia, peraturan tentang yayasan mengalami perubahan dan munculah lembaga baru yang disebut perkumpulan (bahasa arabnya JAMAAH). Nah pada tanggal 22 Januari 2003 Yayasan Fikrun Nisaa berubah menjadi Perkumpulan Pengelola Pendidikan “Fikrun Nisaa” dengan akta notaris Handoko Wijaya, SH no 178 tahun 2003. Seiring dengan berkembangnya pemikiran merintis pendirian sekolah formal maka berdasarkan hasil rapat dewan pengurus sepakat untuk mengganti nama perkumpulan menjadi Manunggal Bangsa. Secara resmi penggantian nama menjadi Perkumpulan Pengelola Pendidikan “Manunggal Bangsa” dengan akta notaris Handoko Wijaya no 23 tanggal 23 Maret 2003 . Untuk pertama kalinya pengurus perkumpulan dipegang oleh para pendiri seperti lampiran. Beberapa nama seperti Farid Abdullah, Frilda Ries soffiningtyas, Maemunah dan beberapa orang hilang dari kepengurusan Yayasan Manunggal Bangsa ini karena mereka difitnah atau mengetahui bahwa perkumpulan ini perkumpulan makar terhadap NKRI, kelompok yang membawa misi berbahaya bagi ummat beragama maupun kehidupan bernegara Indonesia. namun mereka tetap memakai baju yayasan legal dari sisi hukum positif Indonesia.
Pada tahun inilah Perkumpulan Pengelola Pendidikan Manunggal Bangsa merintis berdirinya Sekolah Dasar Unggulan Al Ya’lu dengan membangun ruang kelas baru, kantor dan dapur sekolah. Tentu saja memerlukan sejumlah dana dan lahan untuk membangun. Pada bulan Juni tahun 2004 bapak Asbirin Maulana sebagai pemilik tanah seluas 1.270 m2 dengan dan sebidang tanah seluas 3.100 m2 sertifikat nomor 3245645677899/2004 (nomornya yang juga cantik !!) mengikat perjanjian sewa menyewa tanah di hadapan notaris Rosyad, SH. (sebutkan dimana kantor notaris Rosyad SH) Perjanjian dengan akte notaris no 10 tanggal 26 Agustus 2004 ini berlaku selama 20 tahun, sejak 26 Agustus 2004 sampai dengan 26 Agustus 2024. Persoalan lahan selesai dengan menyewa tanah, akan tetapi untuk membangun diperlukan dana besar, sehingga sepakat dibiayai dengan mengambil kredit dari bank Panin.
(Bantahan:
1.      ditulis.....nomor sertifikat 234567789/2004 (ini nomor sertifikat kok aneh dan kayak nomor cantik !! ..... lalu dari mana uang dana pembelian nya?)
2.      ditulis ….nomor 3245645677899/2004 (nomornya yang juga cantik !!)
3.      ditulis …..di hadapan notaris Rosyad, SH. (sebutkan dimana kantor notaris Rosyad, SH)
4.      ditulis.......sepakat dibiayai dengan mengambil kredit dari bank Panin. (Bank Panin kota mana? Tolong lebih dijelaskan: Tanggal berapa akad kreditnya, Berapa nomor kontrak akad kreditnya, Berapa nilai kreditnya. Apa ini bukan kebohongan publik? Jika dicross chek sama Polisi, dan ternyata Bank Panin membiayai sebuah gerakan makar NII berkedok pembelian tanah ataupun pendirian bangunan gedung sekolah, maka pengurus yayasan ini akan berurusan dengan banyak pihak, termasuk mencatut nama bank!

Cerita yang sebenarnya adalah Asbirin Maulana alias Algar mencairkan / melebur sebagian emas hasil rampokan Ponorogo 1995 menggunakan tenaga saudara Suud beralamat di Bangil lalu membawanya ke Makassar lewat jalur laut, dikawal 7 orang ummatnya, naik kapal laut dari Tanjung Perak surabaya. Sebagian lagi disimpan dan dijaga oleh Purwati istri pertama Asbirin. (anak-anaknya bernama Irma Selecta Vera, Adi Pamungkas, Roja dan Sena).
Setelah selesai melebur emas, Saudara Suud meninggal dunia dengan kecurigaan mati karena diracun. Untuk ini perlu pembuktian otopsi Polres Bangil/Pasuruan).

Lalu ditulis: ".....Untuk keperluan inilah pihak perkumpulan meminta bapak Asbirin Maulana bersedia menjadi ketua perkumpulan. Walaupun sangat berat karena memang bukan dunianya, akan tetapi untuk kepentingan yang lebih besar dalam memajukan pendidikan anak Indonesia khususnya di Malang, beliau bersedia menjadi ketua perkumpulan.
(Bantahan: ini juga kebohongan. Pembaca silakan membaca penjelasan di beberapa alinea di atas. Ini alasan yang dibuat-buat karena mana mungkin penjahat atau DPO Polda gampang tampil di muka publik sebagai orang suci? Karena banyak saksi mata yang merekam peristiwa kasus perampokan ini. Dalam kasus ini, Ketua yayasan disini adalah pemilik sesungguhnya dengan otoritas penuh. Sedangkan anggota yayasan lainnya hanyalah penggembira semata. Jadi dari sini pun dapat dipertanyakan peralihan dari yayasan Fikrun Nisaa' ke yayasan / perkumpulan Manunggal Bangsa ada beberapa nama-nama orang-orang yang dulu mendirikan yayasan kemudian tiba-tiba hilang di pengurusan Manunggal Bangsa ini? Termasuk kasus keluarnya pak Bambang Triono di kemudian hari. What is wrong? (Ah, Kepolisian pasti lebih pinter untuk melacak situasi keanehan ini).

lalu di tulis "....Dalam rapat awal bapak Asbirin Maulana sudah menyatakan tidak dapat aktif mengelola perkumpulan karena sibuk mengurus bisnis di luar kota dan tidak menguasai dunia pendidikan. Pihak bank Panin tidak bersedia memberikan kredit jika Pak Maulana sebagai pemilik tanah jika tidak menjadi ketua. Oleh karena itu secara FORMALITAS jadi ketua seperti tertuang pada akte notaris Ita Kristina, H,M.Hum nomor 7 tanggal 7 Juli 2006 susunan pengurus Perkumpulan Pengelola Pendidikan Manunggal Bangsa, dirombak selengkapnya ada di lampiran.
(Bantahan: Sah-sah saja pengurus MABA bilang begini karena Anda sekalian terbiasa berbohong / taqiyyah untuk menyembunyikan kejahatan kriminal pimpinan Yayasan Perkumpulan Manunggal Bangsat, Asbirin Maulana ini. Lagi pula preman dan penjahat mana mampu mengurusi manajemen sekolah unggulan, lebih baik "mengurusi" 8 istrinya akan lebih menguntungkan. Baca: mengurusi = membuat kurus langsing wal seksi.) .

Lalu ditulis "....Dengan tidak aktifnya bapak Asbirin Maulana karena sibuk berbisnis dan Ibu Isnada Waris Tasrim, S.Pd.,M.Pd. menjadi Kepala SD Unggulan Al Ya’lu International Outlook School Malang, maka secara realitas Drs. Bambang Triono,MM sebagai Wakil Ketua II mengambil peran paling penting dalam memajukan dan mengendalikan perkumpulan Manunggal Bangsa. Demikianlah perjalanan dari yayasan Fikrun Nisaa' hingga menjadi Perkumpulan Pengelola Pendidikan "Manunggal Bangsa".
(Bantahan: kenapa justru kini Drs. Bambang Triono,MM sekarang dikeluarkan dari yayasan MABA? Ada apa ini? Ayo pengurus MABA yang S1-S2 dan S3 coba Anda pikirkan.....)
Ditulis ".......Dengan kedudukan yang strategis di VEDC Malang dan pengalamannya dalam kunjungan ke negara negara maju di Eropa Drs. Bambang Triono,MM bersama segenap pengurus telah mengukir sejarah luar biasa dalam memajukan TK dan SD Unggulan Al Ya’lu. Ya sekali lagi mulai periode inilah terwujudnya kemajuan Al Ya’lu yang sangat pesat sampai sekarang ini.
(Bantahan: Anda terbiasa dengan pikiran kotor, instan dan serba cepat. Bukankah yang sebenarnya terjadi ialah kalian menyuap pejabat Dinas Pendidikan Kota Malang dan Dinas Pendidikan Provinsi Jatim?).
".......Pada bagian lain akan dijelaskan faktor-faktor apa saja yang menjadikan TK dan SD Unggulan Al Ya’lu meraih berbagai prestasi gemilang hingga ke tingkat nasional. Bahkan para pejabat tinggi Departemen/ Kementerian Pendidikan Nasional banyak berkunjung ke TK dan SD unggulan Al-Ya'lu. Sekali lagi semua keberhasilan tersebut merupakan karya besar Bambang Triono, MM. (Bantahan: Wah kayaknya kalimat ini kalimat penghibur anda sekalian. Menghibur Asbirin Maulana karena orang kreatif, cerdas sudah bisa didepak sehingga tidak ada orang kritis terhadap kebijakan Preman Asbirin Maulana. All above it, Saya yakin Dr. Drs. Bambang Triono, MM pun, akan bersumpah ia menyatakan tidak terlibat dan tidak tahu menahu tentang rencana dan aksi perampokan toko emas yang diotaki Asbirin Maulana!!).
Terakhir saya ucapkan Alhamdulillah dan terima kasih pada Alloh SWT, begitu saya keluar dari yayasan, perkumpulan dan jamaah sesat ini saya menjadi cerdas, kreatif, berani dan ikhlas. Saya juga menyatakan bertaubat dan menyesali perbuatan saya dulu yang telah mengakui ada Nabi setelah Nabi Muhammad SAW. Bertaubat dari bagian yang membesarkan organisasi makar terhadap NKRI, bertaubat dari mengkafirkan orang tua, keluarga saya, mengkafirkan masyarakat kita. Padahal semua yang diajarkan di Al Yaklu Arjosari itu bukan ajaran Islam. Al-Qur'an dan Islam mengajarkan kasih sayang, saling menasihati, hidup dengan cara yang benar, tidak melanggar hukum sekalipun hidup di bawah pemimpin yang tidak adil, tidak menghalalkan segala cara demi mencapai cita-cita, tidak menghalalkan darah dan harta orang lain dengan dalih orang selai jamaah Al Yaklu adalah domba-domba sesat, binatang ternak (bahkan lebih sesat dari binatang) dan karena hanya orang-orang Al Yaklu saja yang benar memenuhi syarat sebagai calon pemimpin-pemimpin Dunia ini. Harta semua milik Allah, lalu dikemudian hari mengatasnamakan semua harta yayasan (sertifikat tanah, BPKB, emas hasil rampokan) kepada Asbirin Maulana dan istri-istrinya.
Mungkin penjahat Asbirin Maulana ini sudah berpikir jauh sebelumnya:
“ah Gak apa-apa, kalaupun saya ketangkap paling-paling saya dihukum sekian tahun, lha wong disela-sela itu saya bisa sogok sipir penjara biar bisa menunaikan kewajiban pada istri-istri saya, habis itu saya tobat kepada Tuhan Yang Maha Esa, sementara itu harta dan aset saya (berupa emas, lahan dan yayasan) tetap terus berbunga-bunga, anak-anak saya (ada 18 orang anak) aman terjaga masa depannya. Selain itu budak-budak saya (orang-orang polos tapi rendah pemahaman agamanya, hanya berbekal semangat dan keringat) di yayasan ini juga masih mau dimanfaatkan alias diperas keringatnya, pikiran, komitmennya, dengan menjual agama dan mimpi-mimpi negara islam indonesia. Oohh, alangkah beruntungnya dan bahagianya saya. Tertanda: Asbirin Maulana”

Saya (whistle blower) tidak menganggap bahwa perjuangan saya di Al Yaklu ini sia-sia. Apa yang saya niatkan tetap untuk Islam, minimal untuk diri saya sebagai pengalaman berharga. Justru sebaliknya, setelah saya keluar itulah saya justru menemukan Islam yang benar. Betapa bahagianya saya. Sebagai bentuk rasa terima kasih saya kepada masyarakat Malang Raya, ummat islam dan pemerintah NKRI ialah dengan menuturkan perjalanan sesat saya di web ini. Dengan demikian masyarakat lebih berhati-hati, mau meneliti dan kritis terhadap lembaga pendidikan keagamaan yang track recordnya "aneh", remang-remang, abu-abu, tidak jelas dan hitam kelam seperti Yayasan Perkumpulan Manunggal Bangsa dan Al Yaklu International Outlook Malang ini.
Saya (whistle blower) tidak ingin lagi ikut, terlibat dan membela kelompok sempalan keagamaan seperti Perkumpulan MaBa dan Al Yaklu ini. Sudah jelas bagi akal orang awampun untuk memahami tindak kriminal tersebut TIDAK DIBENARKAN AGAMA dan MAZHAB manapun. Mereka ini adalah oknum-oknum yang menjual Islam, memanfaatkan islam, memanfaatkan kebodohan manusia, memanfaatkan kelemahan manusia, pemahaman agama untuk mencapai tujuan-tujuan tetapi memakai cara-cara kotor, kriminal, bathil dan culas. Mereka ini jamaah yang sok benar sendiri, suka melintir ayat, serampangan menafsirkan ayat untuk tujuan perut dan bawah perut pemimpinnya, kelompok yang sok islamis sendiri, sok unggul sendiri, sok paling hebat memperjuangkan ummat islam dengan cara revolusioner, dan sok suci dan bersih.
Semua ini adalah buah. Berani berbuat, berani tanggung jawab. Berbuat jahat melahirkan kejahatan. Adalah Tidak adil dan mustahil jika penjahat dengan cara yang jahat, kriminal dan culas bisa melahirkan generasi unggul dan pembela agama. Tuhan tidak diam dan buta. Cuma berkat hidayah Alloh SWT semata kepada orang-orang yang ingin membersihkan hatinya, menggunakan akalnya, takut akan balasan akhiratnya dan mau bertaubat atas semua masa lalu perbuatannya.
Islam itu suci dan mensucikan. Anda tidak bisa membersihkan orang lain, padahal Anda sendiri kotor penuh noda dan dosa. Anda juga bukan orang Islam karena Islam tidak mengajarkan cara-cara kotor untuk mencapai tujuan. Menanam benih yang baik tumbuh baik. Orang ikhlas membuahkan keikhlasan. Anda bukan orang suci karena itu Anda merasa boleh berbuat dosa dan aniaya, toh nanti Alloh Maha Pengampun.
Hidup ini pilihan. Saya telah memilih jalan saya sendiri. Anda sekalian juga telah memilih jalan hidup Anda seperti cerita penuturan saya seperti di atas.

Ingat rumus abadi dan universal ini :
Niat Baik + Proses yang baik = Hasil yang Baik = akhir yang baik (khusnul khotimah).

Bagaimana jika di kemudian hari (seperti hari ini) ternyata beberapa mantan jamaah perkumpulan Anda melaporkan kejahatan kriminal Asbirin Maulana? Apakah ini akhir yang baik menurut Anda?
Ternyata kebenaran yang anda klaim adalah kebenaran semu belaka. Kebenaran yang Anda tafsirkan dan Anda jual kepada anak-anak muda atau orang-orang yang tidak memiliki bekal yang cukup untuk memahami idiom dan konsep Islam, sehingga mereka dengan mudah Anda rekrut, anda doktrin dan Anda giring mengikuti nafsu dan planning pribadi pemikiran Asbirin Maulana.

Tulisan ini bukan dongeng atau karangan fiktif jika yang menulis tidak pernah mengenyam hidup lama bersama gerombolan preman berpenampilan relijius.




POLDA JATIM Masih mencari otak perampokan Toko Emas Ponorogo 1995, Asbirin Maulana

 

Sampai detik ini Pihak Kepolisian masih mencari otak perampokan dan para pelaku perampokan toko emas Ponorogo. Beberapa sumber harian di Malang pun terus membantu pihak pemilik Toko Emas Ponorogo yang menjadi korban perampokan 16 tahun yang lalu.
Keyakinan dan harapan masyarakat Ponorogo khususnya pemilik toko emas sebagai korban perampokan terhadap pihak POLDA JATIM mengungkap kasus besar yang terpendam 16 tahun lalu, tetap besar. Optimisme besar ini tetap hidup karena semua bentuk kejahatan yang mengatasnamakan agama akan segera dibalas oleh ALLAH Subhanahu wa ta'alaa. Sebaik apapun para pelaku ini berkelit atau menutup-nutupi kejahatan ini akan tetap dapat diusut oleh Pihak POLDA JATIM yang terkenal canggih.
Allah bersama POLDA JATIM.
Allah bersama orang-orang yang tertindas.
Allah bersama orang-orang yang benar.
Examine your sources! Search for the truth!


Perampokan Bank dan Kaitannya dengan Jaringan Kelompok Radikal Macam NII PISWA Arjosari Malang

Kasus Perampokan bank yang marak akhir-akhir ini patut diduga ada hubungannya dengan pemahaman dan gerakan radikalisme kelompok-kelompok atau komunitas eksklusif seperti jamaah NII/ DI TII, maupun derivatif nya seperti PISWA (Pemerintahan Islam Sejuta Wali, yang dilahirkan dari rahim Yayasan Fikrun Nisaa Arjosari Malang).

Siapa Fauzan, Hidayat, Furqon, pelaku Perampokan Tgl 25 Mei 2011 BCA Palu???? Ah jangan-jangan hasil doktrin NII – PISWA Malang
19 okto di

Pola-pola merampok, mencuri dan merampas harta umat ini mereka pakai dengan justifikasi ayat AlQuran tentang ”rampasan perang” yang mereka tafsirkan sebagai harta Allah yang harus dikuasai kelompok ini.
Proyek pertama mereka adalah merampok Toko emas di Ponorogo Tahun 1995/ 1996. Kasus ini belum terungkap oleh pihak berwajib di Jawa Timur, sampai munculnya laporan mantan jamaahnya di webblog ini.
Kelompok-kelompok radikal ini meyakini bahwa ayat Fai harus dilaksanakan, termasuk dengan cara merampok atau merampas harta musuh atau orang di luar jamaah mereka. Kedoknya untuk tujuan membiayai pendirian Negara Islam (NII- DI TII). Padahal realitasnya perampokan ini untuk memenuhi ambisi dan tujuan pribadi pemimpin mereka belaka.
Yang menjadi korban adalah para pengikutnya. Mereka dijejali mimpi-mimpi indah Negara Islam Indonesia dan merekalah para pendahulu (perintis) negara impian ini. Sikap mereka yang merasa benar sendiri inilah yang pada gilirannya menjerumuskan nasib mereka. Mereka menutup mata dan tidak mau membaca. Mereka akhirnya mengikuti ideologi "POKOKNYA", sebuah pemikiran dangkal tanpa mau meneliti atau menjelajah dunia lebih luas. Pikiran mereka malas "berhijrah". mereka cukup puas dengan apa yang didoktrinkan oleh pemimpin mereka yang bernama Asbirin Maulana alias Algar alias Satibi alias Ahmad Fariza alias Abi alias Pakde. Jadi justru mereka inilah yang sering disindir Al Quran: "afalaa tatafakkaruun?" Ibarat keledai, mereka membawa beban-beban ilmu namun tiada bermanfaat sekalipun. Sehingga pengamalannya pun seenak perut dan bawah perut Asbirin Maulana.

Kepada Anda keluarga atau famili atau Relasi Toko Emas Ponorogo korban perampokan Tahun 1995/ 1996 oleh orang ini, dan Anda yang membaca website ini, segera hubungi HP Polres Malang bagian DPO: 0821 2354 0122.


Daun-daun Surga, Untuk menutup Kejahatan dan Rencana- makar PISWA

Seperti pernah disitir dalam sejarah di dalam Al Qur'an, setelah Adam digoda Iblis dan mengikuti petunjuk Iblis, maka mereka pun berdua telanjang dan menutupi rasa malu mereka dengan DAUN-DAUN SURGA.
Apa maknanya?..... Kami dulu saat ikut gerakan kejahatan ini, juga diajari tafsir ayat ini. Sekarang saya terjemahkan dari sisi saya setelah keluar yayasan “berbahaya” ini.

Prestasi sebuah sekolah di Malang ini sudah bukan barang baru. Banyak sekolah yang berprestasi bukan karena manfaat koneksi atau amplop suap, melainkan memang berkat kerja keras tim sekolah itu dan bakat anak yang bersangkutan.

Prestasi ibarat daun-daun surga yang dapat digunakan untuk menutup aib seorang manusia.
Dalam banyak kesempatan kita diajari agar banyak berdoa, sehingga Alloh menyembunyikan dosa-dosa kita seolah-olah DIA telah mengampuni dosa-dosa kita.

Di jamaah Al Yalu juga diharuskan berdoa dengan maksud Al Yaklu sepenuhnya dijaga (dan kejahatan-kejahatan ini disembunyikan) oleh Allah. Mereka diwajibkan solat malam, bagi yang tidak piket jaga kampus Al Yaklu. Mereka juga diminta mendoakan orang-orang yang "murtad" (yang keluar dari yayasan ini) agar diberi kesusahan, ditimpa musibah atau bahkan didoakan bersama agar mereka secepatnya mati, sehingga tidak ada saksi-saksi lagi. Menurut mereka, orang-orang yang keluar adalah pengkhianat, membuat fitnah dan atribut segala keburukan ditempelkan pada mereka yang murtad. Sehingga orang-orang ini harus diperangi, boleh dibunuh, diracun, diintimidasi, diancam dan sebagainya.

Prestasi Ibu Endang memang membanggakan. Namun akan lebih membanggakan apabila ibu berkarya di luar sekolah ini. Untuk apa membela Sekolah yang belakangan hari diungkap boroknya oleh mantan anggotanya??? Untuk apa????
Apakah Anda takut hidup? Apakah anda takut tidak makan?
Atau takut ijazah buah hati anak-anak Anda ditahan pemilik sekolah?
Apakah Anda takut dikatakan pengkhianat? Murtad?
Jika Ibu dan suami benar-benar orang unggulan, coba cari kerjaan di luar. Ibu dan suami dapat membuktikan kapasitas ibu sebagai guru teladan.
Dari RAUT MUKA ibu seperti mencerminkan rasa TERTEKAN, namun anda sembunyikan.
Dan dari kerongkongan ibu cuma keluar kata-kata membela Al Yaklu. Ketika Anda tahu sejarah yang sebenarnya terjadi, Anda akan menyesal. Tinggalkan Al Yaklu, tinggalkan ideologi masa lalu. Tinggalkan pemahaman yang menganut paham jalan PINTAS dan MEMANFAATKAN KERINGAT orang lain. Kini polisi tengah mengumpulkan informasi mengenai Al Yaklu dan histori gelapnya. Semua pihak -termasuk Anda juga - akan dimintai pertanggung jawaban saat kasus ini TERBONGKAR.

Sebelum terlambat, SURUH KELUAR semua budak-budak al Yaklu, pulang ke rumah masing-masing.
Tinggalkan sendirian PREMAN ASBIRIN MAULANA alias SUKIRMAN purwakarta alias AHMAD FARIZA alias ABU Alias ABI alias Pakde. Tinggalkan bajingan ini dan keluarganya yang kini bergelimang dengan emas harta hasil "kerja cerdasnya". Biarkan mereka menikmati apa yang mereka usahakan. Kelak emas-emas itu akan dididihkan dan dituangkan ke dalam perutnya.!!!


Ya Allah Ya Ilahy, Engkau Maha Tahu Kejahatan sekalipun hambaMu menutupi.
Engkau Maha Tahu Kebenaran sekalipun hambaMu takut mengungkapkannya.
Kami tahu hal ini sulit bagi mereka yang hatinya gelap.
Engkau masih memberikan tenggang waktu kepada mereka para penjahat ini untuk bertaubat.
Namun, Engkau takkan membiarkan KEZALIMAN Asbirin Maulana alias Algar alias Satibi alias Ahmad Fariza terus berdiri kokoh pongah menantang Fitrah.
Sosok manusia yang dengan memakai selendangMu, kini tertawa ditegah jerit hati nurani kaum tertindas.

Dengan KEKUASAAN MU ya Allah, bantulah aparat KEPOLISIAN untuk mengungkap KASUS BESAR ini. Engkau Maha Cerdik dan Maha Tahu sekalipun kejahatan dipendam dalam-dalam.
Engkau Maha Mendengar lagi Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.
Perjuangan kami takkan berhenti menyelamatkan ummat Al Yaklu yang buta sejarah, sekalipun esok adalah hari kiamat......
Jika Anda pemilik toko emas Ponorogo korban perampokan 1995-1996 oleh kelompok NII ini, segera hubungi Polres Malang bagian DPO: 0821.2354.0122.


Siapa sajakah yang terlibat dalam Perampokan Toko Emas Ponorogo?


Jelas bahwa kejahatan konsep yang dibawa owner Yayasan Manunggal Bangsa Si Sukirman alias Algar alias Satibi alias Maulana alias Pakde yang merupakan didikan dari NII / DI TII Jaawa Barat (dan memang dasar watak dan nafsu preman yang dimiliki si owner Al Yaklu ini), mendirikan NEGARA ISLAM dengan cara menghalalkan segala cara. Untuk membiayai gerakan makar ini langkah pertama adalah mencari dana segar dengan cara merampok toko emas tahun 1995 di Ponorogo. Dengan memakai dalil ayat FAI yang diplintir, akhirnya eksekutor lapangan perampokan ini siap action.
Semua dipersiapkan dengan matang, termasuk mental eksekutor/ pelakunya, sekitar ada 6 atau 8 orang yaitu:
  1. SATIBI alias ALGAR alias ASBIRIN alias Pakde alias ABI (otak perampokan, sekarang bos dan owner Yayasan MABA),
  2. AGUS IRENG (mati ketimpa dump truck di lokasi pembangunan TK SD Al Yaklu Arjosari),
  3. FARIZ (swasta, difitnah, sudah keluar, masih hidup),
  4. IMAM (mhs perikanan UB, asal bojonegoro, difitnah- keluar, mungkin dibunuh),
  5. ANTOK (mhs perikanan UB, asal surabaya, masih aktif di dalam yayasan, di Malang),
  6. MISLANI (mhs UNEJ, asal Jember, sudah keluar, difitnah, masih hidup tinggal di Jogja),
  7. ARIS HIDAYAT HADI (mantan pegawai Bank Duta Pemuda Surabaya, masih hidup, masih aktif di Malang dan Bangil).
  8. Hajran, tinggal di Depot Darisa Palu atau di Makasar.

Perampokan emas ini berjalan mulus. Sebuah PRESTASI PERTAMA. Prestasi dimana kaum ini bisa merencanakan pola-pola kejahatan-kejahatan berikutnya.
Sedangkan elit pengurus waktu seperti Sukirman pendek, Bambang Triono dan Langgeng sebelumnya tidak diberi tahu rencana ini. Setelah berhasil menggasak 5 Kg (atau 10 Kg) emas, mereka pun cepet-cepet mencuci uang dengan mendirikan Yayasan Fikrun Nisaa' dan beberapa warung makan di Jember, Palu dan Makassar.
Juga mendirikan usaha bordir / jahit pakaian seragam, pengetikan, toko Jilbab Bunga Fariza, sablon dan merampas percetakan milik ummatnya di Surabaya. Cara merampasnya halus: dicuci otaknya dulu bahwa harta kita-kita ini MILIK ALLOH dan itu hanya NABI atau IMAM NII (Asbirin alias ALGAR KD) yang berhak memegang dan mengatas-namakan harta ummat.
Singkat cerita, akhirnya mereka berhasil mendirikan sekolah unggulan Al Yaklu International Outlook yang dipandegani Bambang Triono, Sukirman Pendek dan Langgeng.
Seiring dengan waktu, mental penjahat ini memanfaatkan koneksi orang VEDC Malang dengan Depdiknas Provinsi dan Pusat. Dengan mengimpor pola pembelajaran di beberapa negara maju, akhirnya Kepala Sekolah Al Yaklu International Outlook berhasil menyabet Teladan Nasional.
Sungguh sebuah PRESTASI KEDUA yang membanggakan. Dalam hati sebagian besar ummat Al Yaklu bersorak kegirangan dan semakin menambah percaya diri bahwa kejahatan perampokan ini mustahil bisa diungkap pihak aparat kepolisian. Benarkah?

Namun Allah tidak buta. Allah tidak Tidur. Allah TIDAK LUPA MENCATAT sejarah kelam yayasan berkedok agama islam ini dan kelompok eksklusif ini. Apa iya Allah membiarkan agamanya dikotori oleh kelompok / jamaah yang menyatakan PERBUATAN merampok adalah HALAL (dalil ayat FA'I). Meracun (membunuh) ummat atau mantan anggotanya yang keluar adalah halal. merampas harta orang halal. mengancam anggotanya yang keluar juga halal ???.

Nah Salah satu ayat-ayat Alloh diantaranya peristiwa yang membuka mata para tetangga Al Yaklu Arjosari Malang adalah kasus pencurian motor oleh anaknya pak Slamet (wajah cina, mata sipit, kulit putih, asal Salatiga Jawa Tengah, sub basis gerombolan DI-TII).
Pak Slamet adalah anggota jamaah pengajian al Yaklu yang juga tinggal di daerah Teluk Cendrawasih Arjosari Malang.
Kasus ini juga sempat berurusan dengan KODIM Malang dan kepolisian Malang. Loh... kok?
Ya, kita tidak usah heran. Kepalanya saja (Asbirin Maulana) perampok dan preman, pasti ekornya juga mental-mental rampok, Pencuri, Pengutil (doktrinnya harta orang luar adalah HALAL), taqiyyah/ penyembunyian jati diri), dan berbohong. Sejarah Al Yaklu mencatat mulai dari anak-anaknya Asbirin Maulana juga sering ngutil uang gurunya, guru-gurunya juga ngutil, siswanya ngutil, dan hampir semua jamaahnya ngutil. Saya (penulis, whistle blower) pun pernah diajari ngutil, kalau ingat-ingat hal ini saya sungguh Malu !. Saya malu di hadapan Alloh. Ngaku Islam kok mencuri. Ngaku islam kok mengkafirkan sesama muslim. Malu belum terbukti beriman kok ngafirkan orang lain. Sungguh saya ikut jamaah Al Yaklu sebuah pengalaman yang memalukan dunia akhirat!. Jamaah kumpulan orang-orang yang sangat MEMALUKAN !!!.
Dengan terkuaknya kriminal-kriminal kecil maupun besar dalam jamaah al yaklu ini, akhirnya beberapa orang pun keluar dengan tangan hampa, demi membela sebuah kebenaran.
Ya Allah mohon bantu kami segera mengungkap kebatilan kelompok radikal ini sekalipun mereka menutupi dengan daun-daun surga.

Nara sumber: MS, BD, T, IS, S.

-----------------------

Data TK SD Unggulan Al Ya'lu Arjosari Malang dan Owner yang ternyata BURONAN dan mantan Preman Kampung Rambutan Jakarta

Nama Yayasan yang menaungi:
Yayasan Manunggal Bangsa Malang

Nama pimpinan / owner yayasan:
Sukirman asal Purwakarta Jabar, alias
Asbirin Maulana alias Satibi, alias
Algar Kabirul Dawam alias
Ahmad Hasta Fariza alias
Pak Farid (terkenal di Makasar pemilik warung Ulu Juku jalan Abdullah Daeng Sirua)
alias Ahmad alias Abi alias Abu alias Pakde alias Abang.
Nama aslinya orang ini : Sukirman. (Bedakan dengan Sukirman bertubuh pendek asal Kebumen Jateng. Kebetulan namanya sama)

Pendiri Yayasan:
Sukirman (bertubuh pendek, pegawai instalasi Bangunan VEDC Malang), Umi Hajar, Wiyanto, Endang Supadminingsih, dlsb tersebut dalam akta pendirian yayasan Manunggal Bangsa malang.


Beberapa Nama Istrinya:
- Purwanti (tidak diketahui keberadaannya kuat dugaan mati dibunuh atau SENGAJA DISIMPAN DI jawa barat untuk menjaga SEPARO EMAS Hasil Rampokan)
- Isnada Waris Tasrim (pengelola TK SD Al Yaklu Malang) asal Palu
- Lulus, dosen kimia UNDIP Semarang (asal Malang)
- Rahmi, pengelola warung ULU JUKU Jalan Abdullah Daeng Sirua Makasar
- Istri di Ngawi Jawa Timur

Pengalaman:
- Mantan preman Kampung Rambutan di Jakarta
- Ikut gerakan makar Tanjung Priok Jakarta 1984/ NII KW IX Abdullah Sungkar atau Abdul Halim, melarikan diri ke Jawa Barat lalu ke Malang
- Berafiliasi dengan Pontren Az Zaitun Indramayu, dan NII-DI TII Abdullah Sungkar
- Mendoktrin NII / DI TII terhadap ratusan anak muda yang kemudian menjadi ummatnya.

Pengurus : Drs. Langgeng, MT bekerja di Instalasi Bangunan VEDC Malang
Pengurus : Drs. Sukirman, MT di Instalasi Bangunan VEDC Malang
Pengurus : Aris Hidayat, SE Mantan pegawai Bank Duta Sby, asal Oro-oro Ombo Bangil
Pengurus : Wiyanto, M.Pi, asal Ponorogo
Pengurus : Fahmi, SP pengelola Warung Ababil Jember jalan kalimantan
Pengurus : Isnada Waris Tasrim istri Asb maulana, pengelola Panti Asuhan di Kota Palu
Pengurus : Lulus istri Asbirin Maulana, bekerja sebagai Dosen Kimia UNDIP Semarang
Pengurus : Rahmi istri Asb Maulana warung Ulu Juku Jalan Abdullah Daeng Sirua Makasar
Pengurus : Budi alias Puji asal Tulungagung, anak pemilik toko Sidodadi Ngunut Tulungagung.
Pengurus : Yusron Salafi (39 th) asal jalan Sidomukti Singosari (mekanik khusus yayasan, biasa melakukan tugas pencurian listrik di rumah-rumah beberapa anggota jamaahnya, terutama yang dihuni beberapa keluarga).
Dia ini suami saudari Ida tinggal di jalan Candi Mendut Selatan IV Malang.
Pengurus : Hajran asal Palu, Andra, SP, Ali Asfihani, S.Pi, Etty, SH.
Lokasi yayasan: Jalan Teluk Mandar Arjosari Malang Jawa Timur

Kegiatan:
- Mendirikan Sekolah TK-SD Unggulan Al Ya'lu International Outlook, Arjosari Malang
- Warung Nasi Goreng Juara indonesia (PKL) di Jalan Sukarno Hatta depan Papa Rons Malang

- Warung Nasi Goreng Juara indonesia di Jalan Raya Sengkaling (milik istri ke tiga Ibu Lulus, anak toko Trenggalek sengkaling)

Daftar Kesesatan Al Yaklu:
1. Mengaku Nabi dan Rosul setelah Muhammad SAW
2. Mengkafirkan orang islam selain jamaahnya (bukti catatan training anggota selama 3 hari masih saya simpan)
3. Menjelek-jelekkan pribadi / sosok Nabi Muhammad SAW di hadapan ummatnya bila dia (Asbirin Maulana) ada maksud tertentu. Contoh: Nabi Muhammad itu manusia biasa dan punya syahwat besar terhadap wanita atau mata keranjang. Apalagi Muhammad adalah orang Arab yang syahwatnya besar. Itu dikatakan jika Asbirin ingin menikah lagi dengan wanita tercantik dan bening di kalangan jamaah Al Yaklu.
4. Mengatakan bahwa sistem ekonomi islam itu adalah kepemilikan kolektif, seperti komunis. Hanya komunis lebih dulu mengadopsinya dari Islam. Ini dikatakan agar dapat menguasai Aset (tanah, rumah, kendaraan milik jamaah-nya, untuk diatas namakan Asbirin maulana atau istrinya yang 9 yang kemudian diwariskan pada 18 anak-anaknya Asbirin Maulana. yaaaaah Imam UUD = Ujung-Ujungnya Duit ..... lagi)
5. Merampok Toko emas di Ponorogo tahun 1995 dan money laundering hasil rampokan tsb dengan mendirikan yayasan Manunggal Bangsa Malang. Dalil: ayat Fa'i dalam Quran.
6. Mengelola yayasan dengan cara memfitnah (politik belah bambu) sehingga di sisi anggota tidak ada rasa aman, saling curiga-mencurigai dan akhirnya lemah.
7. Kejahatan membunuh pegawai toko emas Ponorogo.
8. Memalsukan dokumen kependudukan (KK, KTP) pimpinannya dan jamaahnya.
8. Kejahatan para pengurusnya : MENYEMBUNYIKAN BURON DPO POLDA ATAS KASUS PERAMPOKAN TOKO EMAS DI PONOROGO 1996.

DAFTAR ORANG HILANG
a. Istri pertama: Purwanti (mbak Pur) diasingkan dan kecurigaan kami mungkin dibunuh tanpa ada yang tahu.
b. Rachmat asal Desa Ketawang Gondanglegi Malang (sekarang usia 35 tahun) sejak 1999 sampai sekarang TIDAK DIKETAHUI keberadaannya(Alumni STM Mondoroko jurusan Mesin Produksi lulus 1993/1994). Dituduh selingkuh dengan Ibu Purwanti (sitri pertama Asbirin Maulana)
c. Suud, tukang lebur emas di Bangil, mati setelah diperintah melebur emas hasil rampokan operasi FAI ponorogo 1996. dugaan mati diracun. (Referensi: mantan Lurah Oro Oro Ombo Wetan, Bangil)

Saran Buat PIHAK BERWAJIB:
·         Harap dijadikan DPO: Asbirin Maulana alias Pakde alias Abang, kemungkinan sembunyi di Makasar, Malang atau di Jawa Barat
·         Tangkap para pengurusnya terutama Saudara Drs. Sukirman, MT pegawai VEDC Malang (orangnya pendek, kebetulan namanya sama dengan nama asli Asbirin Maulana) atau Drs. Langgeng, MT pegawai VEDC yang mengetahui keberadaan dan nomor kontak Asbirin Maulana alias Algar alias Satibi alias Pak Faridz Ulu Juku Makasar alias Pak Hasta Palu warung Depot Darisa Palu.
·         Tolong interogasi juga beberapa aistri-istrinya yang mengetahui keberadaan DPO Polda Jatim ini, (ibu lulus di Fak MIP Kimia UNDIP semarang, Ibu Isnada di Arjosari / Singosari jalan Masjid Barat, Ibu Rachmi di gedung warung Ulu Juku jalan Abdullah Daeng Sirua Makasar)
·         Saksi di Makasar : Hardjito
·         Saksi di Palu : Hajran Warung Depot Darisa
·         Saksi di Surabaya: Arik Joko Pranolo di Balongsari Tama (Pengetikan Nusantara, dekat Badan Diklat Provinsi Jatim)
·         Saksi di Jember : Fahmi warung Ababil di jalan Kalimantan Jember
·         Saksi di Ponorogo : istri kedua Pak Sukirman Pendek (VEDC Malang)
·         Saksi di Pacitan: dokter Agus Sucipto kakak sdr Antok karyawan Al Yaklu.
·         Saksi di Turen Malang : bapak Basuki, mantri gigi pegawai Puskesmas Gondanglegi
·         Lindungi jamaahnya yang mau bersaksi terhadap kebejatan owner yayasan ini.
Referensi tentang NII bisa di lihat di http://serbasejarah.wordpress.com/2010/08/18/
Yang terhormat Pak Polisi,
ucapkan BISMILLAH, UNGKAP KEJAHATAN dan TANGKAP Owner AL YAKLU Malang yang kini bersembunyi di ketiak 7 orang istrinya.
Mohon bantu Selamatkan UMMAT yang jumlahnya ratusan orang yang kini hidup dalam tekanan dan TEROR indoktrinasi NII. Semoga mereka kembali kepada kehidupan normal.

==================
Hai jamaah pengurus Yayasan Manunggal Bangsat Malang, saya ingatkan kalian akan hadits-hadits Dua (2) jenis Imam (pemimpin)

Muhammad bin al-Hasan, dari Muhammad bin al-Hasan al-Saffar, dari Ahmad bin Muhammad bin Isa, dari Muhammad bin Sinan, dari Talhah bin Zaid, dari Ja‘far dari bapanya alaihissalam berkata: Di dalam al-Qur’an terdapat dua jenis imam.
Allah s.w.t berfirman Surah al-Anbiya’ (21): 73:
“Dan kami telah menjadikan mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami” bukan dengan perintah manusia, mereka mengemukakan perintah Allah sebelum perintah manusia, hukum Allah sebelum hukum mereka.

Allah berfirman Suran al-Qashas(28):
“Dan kami telah menjadikan mereka pemimpin-pemimpin yang menyeru (manusia) ke Neraka”. Mereka mendahulukan perintah mereka sebelum perintah Allah, hukum mereka sebelum hukum Allah dan mereka mengutamakan hawa nafsu mereka menyalahi apa yang ada di dalam al-Qur’an33.

Muhammad bin al-Hasan, dari Muhammad bin al-Hasan al-Saffar dari Ahmad bin Muhammad bin Isa dari Muhammad bin Sinan dari Mufadhdhal bin ‘Umar berkata: Aku telah mendengar Abu Abdullah a.s berkata: Amir al-Mukminin a.s adalah pintu Allah yang tidak boleh dimasuki melainkan melaluinya. Ia nya adalah jalan-Nya. Sesiapa yang berjalan selain dari jalannya akan binasa. Demikianlah berlalunya kepada para imam yang memberi petunjuk seorang selepas seorang, Allah telah menjadikan mereka tiang-tiang bumi supaya ia tidak bergoyang dengan penghuninya dan hujah-Nya yang kuat ke atas mereka di bumi dan di bawah bintang.

Nah coba kalian FIKIRKAN hadits di atas. Pantaslah kalian tidak pernah makan pondok pesantren atau ngaji alat, maka kalian disesatkan Alloh dari segi tata bahasa. Hati owner yayasan ini amat kotor (ambisius HARTA TAHTA WANITA) sudah terbukti mengeluarkan kata-kata yang rendah. Bahkan komentar di facebook pun nampak berbahasa rendah (bahasa kaum terminal...... maklum bekas orang terminal kampung rambutan).

----------------------------------------

Nama: Sukirman (Purwakarta) alias Sabirin Maulana, alias Asbirin Maulana alias Satibi alias Ahmad Hasta Fariza (dikenal di Palu pemilik warung Depot DARISA) alias Farid (dikenal Pemilik Warung ULU JUKU Makasar) alias Algar Kabirul Dawam alias Ahmad alias Abi (kependekan dari Nabi) alias Abu alias Aba alias Pakde

BURONAN POLDA JATIM 1996, Otak Perampokan Toko Emas Ponorogo Tahun 1995/1996, Owner Sekolah TK-SD Unggulan Al Ya'lu Arjosari Malang

Mungkin inilah zaman akhir. Di zaman ini semuanya serba terbuka. Zaman keterbukaan. Contoh: dimana-mana banyak kasus yang mulai terkuak. Banyak sumber berita yang sulit ditembus pun, bahkan yang disembunyikan kini bisa dengan mudah diterobos, diungkap. Rupanya "Tangan" Tuhan mulai bekerja. Dia ingin menampakkan kekuasaan NYA pada ummat manusia. Semua dimakksudkan agar mereka berfikir, menggunakan akal logika, membaca fenomena-fenomena, membaca kalam-kalam dari kitab suci Nya. Manusia dituntut belajar dari pengalaman masa lalu, memahami fenomena dan masyarakat kini.
Dunia kehidupan keagamaan di Indonesia kini sudah dipenuhi dengan kepalsuan yang dibungkus dengan penampilan religius. So, kita perlu tahu meniti latar belakang dan masa silam buat melangkah ke depan.


Tulisan ini tidak untuk memojokkan sebuah yayasan yang dianggap maju, bukan juga sebuah keiri dengkian. Tulisan ini ingin menggugah kesadaran masyarakat Malang yang katanya kota pelajar, kota pendidikan, atau kota santri. Tulisan ini juga untuk menggugah agar ummat yang tersesat kembali ke jalan yang benar. Nah sayang jika kemajuan ini tidak diimbangi oleh kepedulian masyarakatnya terhadap perkembangan lingkungan "aneh yang tersembunyi" di ujung utara Kota Malang tercinta.


Lingkungan yang aneh itu saya langsung tunjukkan saja: daerah Arjosari dan Singosari. Arjosari tepatnya di depan PPPGT/VEDC Malang ada sekolah unggulan Al Ya'lu International Outlook. (wuih-wuih... keren banget namanya..... bisa merinding nih orang miskin kalau sekolah di sini.... )
Lokasi kedua adalah Singosari dimana terdapat rumah tinggal anggota jamaah yayasan sesat yang berada tepat di sebelah barat SMA Islam Al Ma'arif Singosari Jalan Masjid Barat.

Yayasan Manunggal Bangsa dan Yayasan Fikrun Nisaa Malang merebak ke permukaan pendidikan kota Malang dengan keunggulannya Tamak Kanak-Kanak dan SD nya. Dalam waktu yang singkat sekolah ini meraih berbagai predikat juara. Dengan berbagai cara anak-anak TK ini disetting agar nampak unggul dan di sisi Dinas pendidikan di amplopi agar melegalisasi keunggulan itu. Diadakan lomba-lomba dengan juri yang bisa disuap dan sebagainya.
Selain kemajuan yang dicapai sekolahnya, Yayasan Manunggal Bangsa dan Yayasan Fikrun Nisaa' ini juga memiliki usaha warung makan di Malang: Nasgor Juara Indonesia di jalan Sukarno Hatta depan Papa Rons), Nasgor Juara Indonesia di Jalan Raya Sengkaling Malang, warung Darisa Di Kota Palu, Car Speed di Makassar, dll.
Apanya yang aneh? Baiklah saya ceritakan satu per satu.


Asal muasal Pria yang ngaku NABI dan ROSUL
Nama aslinya: Sukirman (Purwakarta) alias Sabirin Maulana, alias Asbirin Maulana aliasSYATIBI alias Ahmad Hasta Fariza alias Faridz alias Algar Kabirul Dawam alias Ahmad alias Abi (kependekan dari Nabi) alias Abu alias Aba alias Pakde.

Umur sekarang: 56-60 tahun.
Tinggi Badan 165 cm.
Berat Badan 60 Kg.
Warna kulit sawo matang
Ciri lain: hidung mancung, mata agak sipit, sering pakai jenggot palsu buat kamuflase.
Pendidikan tidak lulus SD di Jabar.

Pekerjaan awal: pengangguran lalu jadi Preman Terminal Kampung Rambutan Jakarta
Pekerjaan terakhir: Imam Pemerintahan Islam Sejuta Wali (PISWA) Indonesia
(sehingga ada anak jamaahnya yang dinamai Piswati, silakan cari anak ini)
Organisasi:
Darul Islam -Tentara Islam Indonesia (DI-TII) sayap Abdullah Sungkar, diduga ada koneksi dengan pesantren Al Zaitun Indramayu.
Pimpinan Yayasan Manunggal Bangsa dan Yayasan Fikrun Nisaa Arjosari Malang adalah seorang mantan preman Terminal Kampung Rambutan Jakarta, yang terlibat kasus priok 1984 (NII \ DI-TII) dan kemudian melarikan diri ke Jawa barat; Krawang, Tasik, Garut, Bandung lalu ke Singosari malang.

Nama Istri:
1) Ibu Purwanti (dihilangkan/disingkirkan atau diasingkan di Jawa Barat. Skenarionya dituduh zinah dengan salah satu ummatnya bernama Rachmat asal Gondanglegi. Ditengarai agar dapat "menikmati" istri keduanya maka istri pertama ini disingkirkan dari Malang),
2) Ibu Isnada Waris Tasrim, asal Palu kini tinggal di Malang, sebagai Kepala SD Unggulan Al Yaklu;
Tak puas dengan dua lubang istri, akhirnya dibuat acara menikahi istri ketiga: Lulus
3) Ibu Lulus asal Sengkaling Malang, alumni Kimia ITS, kini dosen Kimia UNDIP Semarang,
4) ibu Rachmi di Makasar,
5) dan beberapa nama lain yang disembunyikan di beberapa tempat sebagai "dapur" pelampiasan sex maniaknya.
6) Calon istri ke 8 seorang Pegawai salah satu Bank di Surabaya (salah satu ummatnya di Surabaya)

Setelah terlibat Kasus Tanjung Priok 1984, Asbirin Maulana alias Algar KD ini melarikan diri diburu BIN ke Jawa Barat dan akhirnya selamat menuju Singosari Malang Jawa Timur sekitar 1990. Di sini perannya dimulai, dengan mengislamkan beberapa orang pegawai VEDC yang tinggal di daerah Pasar Singosari, Pagentan, Jalan Rogonoto, Jalan Tumapel dan sebagainya.
Menempati Rumah kontrakan di belakang Pasar Singosari, hidupnya serba kekurangan dengan membawa istri dan anak-anaknya yang masih kecil.
Kebaikan hatinya mampu menarik simpati beberapa orang pengikutnya, kemudian dia mengajarkan konsep aqidah islam, konsep nubuwah, konsep hidup bernegara (daulah islamiyyah, pemerintahan islam), sejarah islam, dan materi lainnya. Waktu itu hubungan kekeluargaan komunitas kecil ini sangat harmonis dan saling tolong menolong satu sama lain, disemangati oleh satu nasib seperjuangan dalam merintis perjuangan NABI fase makkiyah dimana dakwah dilakukan dengan menyembunyikan identitas dan selalu waspada membaca lingkungan.
Seiring dengan waktu dan bertambahnya pengikut komunitas ini, maka diturunkanlah wahyu operasi PERANG TANPA MENGERAHKAN KUDA, yaitu melaksanakan wahyu ayat FAI dengan cara operasi perampokan toko emas di PONOROGO. Operasi ini dilakukan sekitar tahun 1995 atau 1996. Operasi ini berhasil dengan sukses karena direncanakan sebelumnya dengan sangat matang dan hati-hati terutama dalam memilih waktu dan tim eksekutor lapangan. Hasilnya sekitar 5 Kilogram emas perhiasan (mungkin lebih) disikat dan diamankan si Asbirin Maulana ini.
Hasil rampokan ini kemudian harus diuangkan untuk mendirikan sebuah sekolah yang bernaung dalam Yayasan. Sebelumnya mempunyai yayasan berlabel FIKRUN NISA Arjosari. Akhirnya beberapa orang ditunjuk untuk ikut mendirikan Yayasan Manunggal Bangsa Malang. Perintisnya Bapak Langgeng dan Bapak Sukirman VEDC Malang. (Sukirman yang ini orangnya pendek asal Kebumen, Langgeng Asal Nganjuk). Beberapa orang pengikutnya yang semula bekerja di luar ditarik untuk menjadi "pegawai negeri" nya Yayasan ini. Kesepakatannya mereka akan ditanggung seluruh kebutuhan hidupnya, mulai bangun tidur sampai urusan tidur lagi bahkan urusan tidur dengan istrinya masing-masing.
Sebagian harta rampokan ini kemudian dibagi-bagi diantara eksekutor lapangan. sebagian lagi disimpan ditanam dalam tanah rumah salah seorang pengikutnya. Pada masa berikutnya dilebur dalam bentuk emas batangan.

Dengan dukungan dana yang kuat ini dan militannya para pengikutnya, maka Yayasan ini berhasil mengembangkan sayap usaha di beberapa kota dimana pengikutnya tinggal diantaranya: Surabaya, Jember, Madiun, Ponorogo, Makassar, Palu, Semarang, Salatiga, Bandung, Jakarta Timur, Bekasi, dan sebagainya. Yang membuat takjub pengikutnya adalah kok ya bisa yang ngaku "Nabi atau Imam" tidak lulus SD tapi bisa mengelola dan mengendalikan jaringan nasional. Hebat. Ternyata hal ini akan terjawab pada perkembangan berikutnya. (silakan dilidik)

ISLAM TIDAK MENGENAL Konsep ROBIN HOOD (merampok lalu ber-amal buat nyuci dosa)
Cita-cita yang tidak disertai dengan pemahaman agama Islam secara benar, apalagi pas-pasan, sedangkan nafsu berkuasa (ingin mendirikan daulan pemerintahan islam) yang kuat, maka yang terjadi adalah kezaliman. Zalim/ dzolim adalah menaruh sebuah perkara tidak pada tempatnya. Dengan modal menghubung-hubungkan (jawa: nyocok-nyocoke) ayat alquran yang ini dan itu serta cari hadist yang cocok, maka jadilah dalil untuk mengesahkan sebuah kejahatan menjadi doktrin yang wajib ditaati oleh seluruh Anggota Jamaah.
Hal ini dilaksanakan dengan cara melegalisasi perampokan sebagai usaha untuk membiayai kehidupan ummat al yaklu. Jadi dengan memakai konsep ROBIN HOOD masa bodoh dengan akibatnya kelak. Setelah itu adalah proses MONEY LAUNDERING dengan mendirikan yayasan Manunggal Bangsa dan Yayasan Fikrun Nisaa' Arjosari Malang.
Datangnya azab Alloh, Trik Fitnah-memfitnah antar pengikutnya
Teori yang pernah diajarkan adalah sebuah kekuasaan akan langgeng manakala jika masyarakat yang dikuasai dibuat rasa TIDAK AMAN. Maka dibuatlah metode hembusan isu HARUS waspada dan evaluasi antar pengikut. Juga diterapkan POLITIK BELAH BAMBU, yang sebagian orang pengikutnya DIANGKAT, sebagian lain yang kelihatan maju dan membahayakan posisi NABI maka mereka DIINJAK (difitnah, direkayasa, diskenario, dsb).
Fitnah sana fitnah kini menjadi makanan sehari-hari komunitas ini demi kekuasaan, pemeuhan perut dan penis Bos Asbirin Maulana atau Pakde sang pemimpin besar perusahaan Al ya'lu Malang ini. Pun juga terjadi Fitnah dalam arti keanehan, dibuktikan dengan beberapa kejadian aneh-aneh: beberapa orang jamaahnya mati tidak wajar: Ada yang kena penyakit yang tak kunjung sembuh, ada yang mati diracun, mati dibunuh, diusir, dihukum cambuk difitnah zinah dan sebagainya. Bahkan paling kejam adalah ketika orangtuanya / bapaknya (sangat berjasa bagi yayasan) dianggap murtad atau miring, maka anak-anaknya yang sekolah di TK - SD Al Ya'lu Malang ini pun jadi korban. (Coba bayangkan anak TK yang tidak tahu dosa-dosa bapaknya, eh pulang sekolah anak-anak ini tidak diantar pulang dengan bis sekolah. Malah dipukul oleh anak-anaknya si Bos Asbirin Maulana)... Intinya: sekolah Al Yaklu International Outlook ini adalah sekolah anak-anaknya keluarga si Asbirin Maulana dari ke 8 istrinya yang begitu "bening-bening", rela dimadu sehingga anak-anaknya bisa sekolah gratis di TK SD situ. Plus perlakuan khusus istimewa. Selain itu jika ada anaknya Maulana alias Algar yang sedang marah, maka TAK SATUPUN pengikutnya yang berani menahannya.
Ya Alloh, Maha benar ENGKAU, Inilah AZAB Mu yang Kau turunkan pada generasi seorang preman yang berani menyatakan dirinya sebagai NABI dan ROSUL Akhir zaman.


Identitas Palsu
Yang jelas untuk menyembunyikan identitas mereka menggunakan nama-nama alias.
Tahun 1995-1996 Bos Al Ya'lu ini merampok toko mas di Ponorogo. Dasar Hukumnya Al-Quran ayat Fa'i (rampasan perang) dengan hasil sekitar 5-6 Kg yang kemudian di money laundering(dicuci) dengan mendirikan sekolah unggulan Al Ya'lu dan usaha warung makan di Makasar, Jember, Semarang, Palu, Surabaya. Sebagian emasnya kini dilebur jadi emas batangan. Namun yang menyedihkan adalah saksi mata peristiwa ini telah disingkirkan: diantaranya mati dibunuh, mati disabotase, diusir, dituduh menggelapkan harta rampokan Fai, disingkirkan, difitnah, diprovokasi, dibuat tidak tenang dengan cara-cara kotor (zionis).

Pola-pola penyamaran Asbirin alias Sukirman Purwakarta
1.                  Menyamar jadi tukang bakso atau kuli bangunan di sekitar TK-SD Al Yaklu Malang
2.                  Menyamar jadi juru foto di acara-acara sekolah
3.                  Menyamar jadi doktor jika di lingkungan kampus
4.                  Menyamar dengan pakaian kebesaran Imam jika dihadapan pengikutnya
5.                  dan cara lain penyamaran.
Tempat Persembunyian:
Malang, Palu, Toli-toli, Makasar, Pare-pare, Malino Sulsel, Gowa, Semarang, Jember, Bekasi, Jakarta Timur, Terminal bis di Jakarta, Cirebon, Bandung, Ngawi, Madiun, Ponorogo, Surabaya, Singaraja Bali.


Beberapa dosa Asbirin Maulana adalah:
- perampokan toko emas Ponorogo 1996 (mungkin masih ada koneksi dengan perapokan yg terjadi saat ini di beberapa daerah untuk membiayai JIHAD mereka)

- membunuh istri nya purwanti (dari beberapa sumber yang dipercaya)
- membunuh Najamuddin, anggota jamaah di jalan Abdullah Daeng Sirua makasar
- membunuh pegawai toko emas Ponorogo 1995-1996
- meracuni suud di bangil yang berjasa melebur emas hasil rampokan jadi emas batangan, sehingga Suud ini mati
- membunuh beberapa orang ummat yang keberadaannya sampai sekarang tidak bisa diketahui.
- memalsukan dokumen kependudukan sebagian besar ummatnya. mereka adalah pendatang dari luar malang yang ditampung di daerah arjosari, singosari barat dan utara, losari singosari.



Aqidah Kenabian Baru dan Aqidah 3TA
Aqidah Kenabian Baru
Di depan jamaahnya Asbirin Algar ini ingin disebut NABI dan Rosul setelah Nabi Muhammad SAW, karena dialah yang membuka pemikiran ummat Al Yaklu, bahwa Alquran ini menjelma pada jaman sekarang. Artinya Al Quran itu nyata berjalan. Berjalan di pasar, kampus, di tempat maksiat. Memang dia ingin dipandang jamaahnya agar alquran berjalan itu adalah dirinya.
Keyakinan TAKFIR kepada ummat diluar Al Yaklu
Masyarakat Di luar jamaah adalah ISLAM KTP. Mereka yang tidak ber-syahadat pada kenabian Asbirin adalah batal alias KAFIR alias JAHIL alias SESAT.
Menerapkan strategi FURQON membedakan mana saudara internal dan mana orang luar. Sehingga sikapnya aadalah taqiyyah (menyembunyikan sesuatu yang diyakininya dengan menampakkan yang sebaliknya). metode ini untuk menyelamatkan jiwa karena mereka meyakini bahwa saat ini Islam dalam tahap infant (merintis). Dan mereka meyakini, Nabi merekalah yang merintis Islam baru di fase Makkiyah.



Aqidah 3TA
3TA juga sudah dilaksanakan dengan sangat baik diantaranya:
WANITA. Bahwa setiap pria dalam komunitas Al Yaklu wajib KAWIN 2 istri (minimal).
HARTA juga sudah dilaksanakan dengan sangat baik. Bahwa setiap kekayaan warga jamaah ini adalah milik ALLOH yang wajib diserahkan kepada (rekening bank) NABI Asbirin dan rekening istri-istrinya tercinta.
Kalo ada maunya, maka menjalankan korupsi dari tetangga sebelah.
Kemudian surat tanah sertifikat ijazah dikumpulkan ke sekretariat untuk diamankan. (memang pikiran dasar kotor, kenapa pakai diamankan segala. dan siapa yang mau merebut?)
TAHTA. Juga diterapkan dengan konsep Istri-istrinya dikasih kontrol uang yang ketat. (Ketat pada pengikutnya). Istrinya dikasih jabatan di pos-pos strategis.

Menutupi KEBURUKAN DIRI dengan DAUN-DAUN SYURGA
Kebusukan dan kejahatan Owner Al Yaklu ini tetap dapat langgeng, dikarenakan penerapan konsep MENUTUPI dengan DAUN-Daun Syurga. Maksudnya, Aib yayasan ini disembunyikan dengan cara menampilkan Baju Religius, Prestasi Religius, Wadah Religius. Namun kita tidak perlu cemas, kebohongan akan diungkap Tuhan. Cepat atau lambat.


HIMBAUAN Pada Orang Tua TK - SD Unggulan
Bagi orangtua siswa TK - SD Unggulan, Anda bisa menanyakan pada pengurus "boneka" yayasan ini:
1.                  Ke mana mundurnya Bapak DR. Bambang Triono, MM sekarang kok tidak aktif lagi di al Yalu?
2.                  Terus pindah kemana sekolah beberapa anaknya yang dulu disekolahkan di Al Yaklu sini?
3.                  Ada masalah besar apa gerangan di balik pemindahan dan keluarnya Bambang Triono itu?
4.                  Siapa sebagian besar siswa TK - SD Unggulan itu? dimana orang tuanya (jamaah dan karyawan divisi usahanya)? dari mana saja?
5.                  biayanya mereka dari mana: mendatangkan, menghidupi dan menyekolahkan anak-anak ini?
6.                  Berapa pegawai yang tinggal hidup di Al Yaklu Arjosari?
7.                  Berapa orang anggota jamaahnya yang berada di Malang?
8.                  Usaha bisnis apa saja yang dimiliki sehingga sanggup menghidupi ratusan orang tanpa diketahui masyarakat? Tidak mungkin jika hanya berasal dari jualan Nasi goreng atau warung.....
9.                  Bagaimana sejarahnya tiba-tiba ada Sekolah Unggulan dengan fasilitas yang "aneh" dan apa motivasi-Misi dibalik pendirian sekolah unggulan ini?
10.             Bagaimana keterkaitan yayasan ini dengan organisasi islam?
11.             Sungguhkah misi yayasan ini untuk mencerdaskan siswa-siswanya? Kecerdasan yang bagaimana? apakah cerdas menyembunyikan identitas, atau cerdas apa?
12.             Jika mencerdaskan Siswa, siswa yang manakah itu: apakah siswa yang bapaknya bernama Asbirin Maulana atau yang ibunya bernama Isnada waris Tasrim, atau yang ibunya bernama Lulus, ibu Rachmi istrinya Asbirin, atau istrinya yang lain?
13.             Seberapa jujur penobatan juara dan penjurian di dalam event lomba atau festival yang diadakan di Al Yaklu?
14.             Apakah siswa-siswanya dididik sesuai dengan pemahaman Al Quran yang benar menurut Nabi Muhammad SAW? (jangan-jangan anak-anak anda dijadikan generasi pengikut Nabi Palsu Penakluk Wanita atau Nabi Perampok....!!!)
15.             Jika dia mendaulat diri sebagai NABI, apa bukti mukjizatnya?
16.             Lalu siapa pengganti kenabian dia? Lebih punya otak mana MIJAN sama LANGGENG?
17.             Jika Asbirin Maulana mendaulat diri sebagai NABI, apa nama Kitab Suci-nya komunitas Al Yaklu?
18.             Beranikah yayasan Manunggal Bangsa dan Yayasan Fikrun Nisaa' diaudit cash flow keuangannya?
19.             Beranikah Al Yaklu mengadakan kongres akbar dengan mengundang Publik umum, biar lebih seru, karena akan muncul alternatif pemikiran dari wali murid TK SD.
20.             Kepada para sarjana S1 dan S2 pengikut jamaah Al Yaklu, gunakan akal anda, renungkan kejadian-kejadian yang ada dalam lingkungan Anda. Pertanyakan keputusan Anda ikut aktif dalam yayasan ini.
21.             Sudahkah Anda pengikutnya sekalian benar-benar yakin dengan keputusan Anda berkarya di sini?
22.             Bagaimana NASIB anda kelak jika TERNYATA kebenaran ini terungkap? melarikan diri, mengasingkan diri, terseok-seok.
23.             Apakah Anda Yakin jalannya sejarah Nabi Muhammad SAW seperti jalan yang Anda sekalian tempuh saat ini?
24.             Apakah mungkin seorang Nabi tidak mengetahui segala sesuatu (jahil) seperti Anda?
25.             Jika tulisan laporan ini palsu atau bohong, yayasan Manunggal Bangsa dan Yayasan Fikrun Nisaa Malang tidak perlu panik. Sebab KEPANIKAN Bos-nya atau pengurusnya atau pengikutnya adalah BUKTI KUAT bahwa di dalam jeroan ALYAKLU Malang memang ADA SESUATU yang harus DISEMBUNYIKAN dari publik.

Bukti Ketakutan Asbirin
Asbirin ini tidak pernah berani menampakkan dirinya kepada orangtua murid TK SD Al Yaklu Malang. Kalau di Arjosari sering menyamar jadi pak kebon, kameraman atau juru foto, kuli bangunan, dan lain-lain.
Hidupnya pun berpindah-pindah, tidak tenang, punya penyakit jiwa curiga pada orang lain (bahkan pada orang kepercayaannya). ini semua adalah akibat dari amal perbuatan jahatnya sendiri. inikah orang yang mengaku nabi baru di Indonesa?
Hanya ALLOH dan masyarakat serta ummatnya yang SADAR yang akan menghukum orang ini. Dan ketika orang ini mati, maka di Al Ya'lu akan terjadi perebutan harta-tahta warisan dan wanita. Ummatnya ini adalah ibarat budak-budak yang hidupnya ditanggung oleh perusahaan perut dan bawah perut ini. Tanaman baik akan tumbuh baik. Tanaman jelek akan tumbuh jelek.
Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan Anda pembaca yang sudah memasukkan anaknya sekolah di Al Ya'lu International Outlook Malang. Kami tidak bermaksud menghancurkan cita-cita Anda yang demikian tinggi dan menggebu-gebu. Tapi bagaimanapun kuatnya tekad pimpinananda, benih yang Anda tanam berasal dari kekotoran, kekejian, kecurangan, akan menemui kegagalan dan kehancuran. Yakinlah sekuat apapun usaha Anda, seberapa besar dana dan tenaga manusia anda kerahkan. Yakin GAGAL didepan Al Haq.
Hanya orang bersih yang sanggup membersihkan.
Amat berbahaya jika anak-anak Anda diajari oleh orang-orang yang mempunyai ruhani-ruhani rusak akibat benih yang ditanam pemimpinnya adalah benih-benih jiwa kotor dan aqidah kotor. Tapi berpenampilan religius dan sok bersih. Kesantunan anak didik anda hanyalah sementara, Yakinlah Tuhan akan membuka borok dalam yayasan sesat ini. Cepat atau lambat. Kami tidak pandai berdalil kitab tapi sudah membuktikan dan mengalami sendiri lalu keluar dari yayasan laknatulloh ini.
Beberapa pengikutnya yang punya OTAK akhirnya keluar. Karena hidup di Al Yaklu sana seakan seperti neraka, difitnah, diisolasi, diboikot di hukumi cambuk. Tapi jika yang salah itu istri-istrinya si Abi tidak diberlakukan huum itu. Aneh? Hukum islam katanya harus ditegakkan tapi tegaknya /tajam ke bawah (ke ummatnya) atau bahkan direkayasa kalau yang bersalah itu istrin-istrinya Algar). Pimpinan yayasan sesat ini juga membuat wacana bahwa yang berjasa atas semua kemajuan jamaah ini adalah si Pakde (Algar alias Asbirin alias Maulana ini). ... masya Alloh.... masa ada Nabi minta diladeni atau minta balas budi ummatnya? (jelas bertentangan dengan ayat Al Quran: ….dan ikutilah orang yang tidak minta upah sedikit pun pada kamu, semoga kalian diberi petunjuk…)
Kepedulian Anda warga Kota Malang
Kepedulian Anda pada keselamatan jamaah Al Yaklu sangat diperlukan. Mereka membutuhkan pertolongan untuk keluar dari jerat Dosa-dosa besar si ALGAR ASBIRIN alias PAKDE. Silakan laporkan ke BARESKRIM ke nomor 1112 dari hand phone anda atau 0821 2354 0122. Jangan sampai gerakan makar dan sesat ini membahayakan ummat ISLAM di Indonesia, khususnya di Jawa Timur.

Bapak-bapak Ulama dan Umaro, Bapak Kyai. Tolong dibina dan diteliti yayasan sekolah berlabel Islam di Arjosari ini. Bagi masyarakat yang sudi menolong ummat yayasan ini keluar dari Yayasan sesat Al Ya'lu Malang, tolong laporkan ke POLRES setempat.
Jumlah ummat yayasan sesat ini sudah banyak dan tersebar di Indonesia. sekitar 700 an orang termasuk anak-anak. Di Surabaya daerah ketintang ITS, Lakarsanri, Jember daerah Kampus, Palu di Warung Darisa, Makasar jalan Abdullah Daeng Sirua, Semarang di rumah istrinya Ibu Lulus dosen UNDIP, bandung.
Kantor Pusatnya Malang Arjosari depan VEDC Malang, rumah ownernya di jalan Masjid Barat Singosari (rumah cat hijau).
Kami mengundang wartawan Koran serta tokoh agama untuk peduli membebaskan jamaah ini dari jeratan doktrin sesat yang mengatasnamakan islam. Silakan amati, tanyai, korek dan dapatkan informasi dari mantan-mantan pengikutnya. Kami para pemuda Islam tidak rela ada yayasan sesat hidup di tengah Kota Pendidikan Malang Tercinta.

Seruan
1. Agar pimpinan jamaah komunitas ini menyerahkan diri dan mengembalikan harta hasil rampokan kepada negara atau pemiliknya.
2. Interogasi pengikut-pengikutnya yang senior. Berikan jaminan keselamatan agar mereka dapat dengan bebas menjadi saksi di pengadilan kejahatan Perampokan ini dan Kejahatan penistaan Agama dengan isu Nabi Palsu Baru.
3. Agar minta maaf kepada ummat islam se-dunia karena telah mengaku Nabi setelah Muhammad SAW, merusak akidah pengikutnya.
4. Agar anggota jamaah komunitas Al Yaklu dikembalikan kepada aqidah yang benar sesuai ajaran Islam. Sadarlah bahwa argumentasi NABI Sukirman alias Algar KD alias Asbirin ini berdasarkan AKAL yaitu mengakali terjemahan ayat AlQURAN tanpa menguasai ILMU BAHASA ARAB yang memadai. Ini yang disebut RA'YU yang juga dilakukan oleh orang-orang terdahulu dari kalangan WAHABI. Akibatnya jika Al Quran dipahami oleh orang yang TIDAK SUCI maka berakibat MERUSAK pemikiran pengikutnya dan potensi anak didiknya.


5. Taubat di depan Tokoh Agama dan Masyarakat Malang.

Jika Anda menemukan buronan bernama Asbirin alias Satibi alias Pakde Abi ini, silakan menghubungi polisi setempat atau SMS ke BARESKRIM ke nomor 1112.
Atau Hubungi Nomor POLISI ini : 081 136 1959 (wilayah Malang Raya) atau 081 5353 6366 atau 081 831 8368 (Polsek Klojen)
Mohon maaf sebesar-besarnya atas keterus-terangan laporan dan kejujuran ini.
Kami mengatakan sesat setelah berdiskusi dengan beberapa ulama dan habaib. Kami menyadari bahwa pemahaman kami dahulu ikut yayasan ini adalah sesat. Berdasarkan itu, pengalaman hidup dalam yayasan maka kami turunkan tulisan ini dengan KAYAKINAN BULAT.
Informasi ini dihimpun dari beberapa sumber yang akurat, bahkan ALAT BUKTI berupa BUKU catatan TRAINING DOKTRIN Sesat Jamaah ini sudah diamankan dan disimpan oleh sebuah KORAN di Malang.
Pahit tapi harus ditelan. Biarlah obat ini mahal harganya, karena Kebenaran Islam itu MAHAL.
Dan Terima kasih atas dukungan Anda peduli pada dunia pendidikan islami.
JIKA Yayasan AL YA'LU Arjosari Malang BERSIH, Kenapa Kalian pada Ketakutan ???
Kami Yakin tulisan ini sudah diakses oleh lembaga pendidikan dan mereka akan mengadakan penelitian lebih detail tentang lembaga Anda. Sudah datang masanya kemenangan kemerdekaan BERFIKIR DAN MENELITI. !!!
Ya ALLOH, Tunjukkanlah Kekuasaan-MU Mengungkap KEZALIMAN dalam jamaah Yayasan Manunggal Bangsa Arjosari Malang. Semoga mereka kembali.

Akhirnya saya sampaikan sebuah ayat, Quran Surat Asy Syuura (42) ayat 22 :
Kamu lihat orang-orang yang zalim sangat ketakutan karena kejahatan-kejahatan yang telah mereka kerjakan, sedang siksaan menimpa mereka. Dan orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal saleh (berada) di dalam taman-taman surga, mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhan mereka. Yang demikian itu adalah karunia yang besar.

Referensi ttg NII: http://serbasejarah.wordpress.com/2010/08/18/relevansi-darul-islam-untuk-masa-kini/


TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Sejumlah pegawai Rumah Makan Ulu Juku yang berada di Jalan Racing Centre, Kecamatan Panakkukang menggelar aksi mogok kerja, Selasa (23/8/2011) siang.
Aksi tersebut terkait pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR), yang menurut karyawan tidak sesuai dengan aturan yang ada.
Aksi yang dilakukan di depan rumah makan peraih penghargaan sebagai Makassar Most Fovourite Award untuk kategori masakan Pallumara ini dan kamar mandi terbersih, berlangsung dengan menggelar spanduk sebagai bentuk kekecewaan mereka terhadap tempat mereka bekerja.
Menurut beberapa karyawan, pihak perusahaan hanya bisa menjanji mereka tanpa bukti, "Kita hanya dijanji-janji, tidak ada bukti yang nyata," kata Ilham, karyawan di rumah makan tersebut.
Ia juga menyebutkan bahwa banyak yang dilanggar oleh pihak perusahaan, seperti tidak adanya Jamsotek bagi karyawan, jam bekerja yang melibihi standar,."Karyawan di sini tidak ada yang punya Jamsostek, jam bekerja saja melebihi aturan, " ungkap ilham selaku kordinator aksi. Tambahnya lagi, ini sebuah pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan, sesuai surat edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor: SE.06/MEN/VIII/2011 Tentang Pembayaran Tunjangan Hari Raya Keagamaan dan Himbauan Mudik Lebaran Bersama yang mengatakan, THR diberikan kepada pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja tiga bulan atau lebih secara terus menerus dan bagi pekerja masa kerja 1 tahun menerima upah satu bulan penuh. Sementara, menurut Merdi Purnomo Human Resort Management (HRM) RM Ulu Juku, tindakan ini tidak pada tempatnya, ini adalah aksi ilegal.
Ia menambahkan, aksi ini hanya dilakukan oleh sekitar tujuh persen karyawan. Meski Merdi sempat meminta kepada karyawan untuk kembali bekerja, namun para karyawan menolak sampai tuntutan mereka dikabulkan.

Wednesday, April 9, 2014

Melacak Jejak Teroris Global



Pada malam tahun baru 2004 lalu selain terjadi gelegar suara mercon dan kembang api, konon juga terjadi suara baku tembak di Ciputat antara pasukan Densus 88 Polri dengan kelompok terduga teroris yang mengakibatkan (jika tidak keliru) enam orang terduga teroris tewas. Mereka ini diduga sebagai kelompok teroris yang selama ini menyerang para polisi, hingga ada beberapa polisi yang tewas juga.
Kabarnya, pada saat pemakaman para terduga teroris tersebut ada spanduk keluarga yang memuat kalimat: “Syuhada Ciputat kami akan teruskan perjuangan kalian dengan tetes darah-darah kami. Tidak ada satu tetes pun darah kaum muslimin yang gratis”. Artinya, kasus tersebut menimbulkan dendam di kalangan keluarga dan kelompok para terduga teroris tersebut. Sama halnya dendam para polisi dan keluarganya ketika ada polisi yang dibunuh oleh teroris. Dalam hal seperti itu, Dom Helder Camara mengatakan, “Ketika kekerasan disusul dengan kekerasan, dunia jatuh ke dalam spiral kekerasan.”
Kejadian tersebut bukan satu-satunya kejadian. “Perang” antara Kepolisian dan para teroris sudah lama terjadi. Kita tentu masih ingat gembong teroris bernama Azhari asal Malaysia juga berhasil dibunuh oleh pasukan polisi.

Jejak terorisme

Masalah teror tersebut bukanlah masalah lokal. Jaringan teroris yang ada di Indonesia merupakan bagian dari jaringan global. Lalu, mulai kapan terjadi teror yang kemudian menjadi jaringan terorisme global? Dengan keterbatasan pengetahuan sejarah saya, akan saya coba memulainya dari titik sejarah kolonialisme  dunia.
Namun pertama-tama saya perlu saya sampaikan sebuah hipotesis bahwa spiral teror di dunia yang paling sulit dipatahkan adalah karena faktor agama dan ideologi, sedangkan faktor warna kulit ataupun etnis cenderung lebih mudah berakhir. Barangkali karena faktor warna kulit dan etnik bisa perlahan-lahan lenyap dengan pembauran maupun perkawinan antar etnik.
Johan Galtung (1996), intelektual Amerika Serikat yang menentang invasi rezim Bush ke Irak, dalam bukunya ia bertanya: di mana kita dapat menemukan kunci kekerasan? Ia menjawab sendiri, bahwa kuncinya ada pada agama dan ideologi, karena orang membunuh dengan alasan agama dan ideologi. Namun Galtung juga menyatakan bahwa tidak semua agama bersifat keras. Ada agama yang menganjurkan nonkekerasan.
Menurut saya, teori Galtung itu perlu sedikit diluruskan, bahwa pada agama dan ideologi terdapat tafsir yang bermacam-macam, terdapat mazhab-mazhab pemikiran/tafsir, sehingga dalam sebuah agama juga terdapat mazhab keras dan mazhab nonkekerasan. Begitu pula dalam ideologi juga terjadi yang namanya pembaharuan-pembaharuan maupun mazhab. Marxisme dalam pandangan Soekarno contohnya berbeda dengan Marxisme dalam pandangan Muso. Liberalisme juga mengalami perubahan dengan adanya neoliberalisme. Pancasila di tangan Soekarno berbeda tafsir dengan Pancasila di tangan Soeharto. Dengan demikian, terkait dengan agama dan ideologi, kekerasan terjadi lebih didasari pada paradigma, watak manusia dan motifnya dalam melakukan kekerasan. Ambisi kekuasaan, baik secara politik atau ekonomi menjadi motif dominan dalam terorisme.
Jika kita bertanya, kapan manusia mulai melakukan teror? Kitab-kitab suci agama sudah menggambarkan bagaimana perilaku raja-raja kejam yang meneror rakyatnya sehingga memunculkan perlawanan yang dipimpin para nabi atau rasul yang perlawanan itu juga dengan kekerasan. Dalam kitab Ramayana terjadi perang habis-habisan hingga memunahkan salah satu pihak, tentu dengan kekerasan. Hal itu terjadi karena adanya saling teror, seperti contohnya Rahwana yang menculik Sinta, lalu Hanoman membakar Alengka.
Dalam sejarah kekuasaan Alexander Agung di kerajaan Makedonia melakukan perluasan wilayah kekuasaannya dengan menyerang negara-negara atau bangsa lainnya, tentu dengan kekerasan alias teror. Lalu kerajaan Romawi kuno di Eropa meluaskan wilayah kekuasaannya sampai ke luar Eropa juga dengan kekerasan-kekerasan dan pembunuhan-pembunuhan. Begitu pula kekhalifahan Bani Umayah dan Bani Abasyiah melebarkan kekuasaannya hingga ke sebagian Eropa juga dengan menyerang dan membunuhi bangsa-bangsa yang tidak mau tunduk sukarela. Hingga terjadi Perang Salib yang begitu lama, juga terjadi saling teror.
Setelah Eropa gemilang dengan perkembangan ilmu pengetahuan maka terjadi Revolusi Industri di Inggris, selanjutnya Inggris melakukan kolonialisasi ke seluruh dunia juga dengan teror-teror dan kekerasan kepada bangsa-bangsa lain yang tidak mau dikuasai. Rekan-rekan Inggris seperti Spanyol, Portugis, Belanda juga melakukan hal yang sama, menguasai dan meneror bangsa-bangsa lain di dunia. Pembasmian terhadap bangsa Indian dan Aborigin adalah teror yang termasuk terbesar dalam sejarah manusia. Tetapi bangsa Indian dan Aborigin mungkin tidak lama menyimpan dendam kepada bangsa kulit putih karena telah banyak terjadi rekonsiliasi dan pembauran. Kita lupa untuk menyebut bahwa bangsa Indian dan Aborigin serta bangsa kulit hitam di Afrika Selatan adalah bangsa yang paling sabar di dunia.
Agama dan ideologi menjadi alat untuk mengobarkan perang atau teror. Kolonialisme Eropa ke seluruh dunia terkenal dengan misi gold, glory and gospel. Ada cita-cita kekayaan, kejayaan dan penyebaran agama. Kapitalisme menjadi ideologi tentang cita-cita kemakmuran yang paling kejam, hingga sekarang. Ia bisa menguasai para pemuka agama dan para pemuka negara.
Dalam sejarah Eropa, bukan hanya kapitalisme yang meneror dunia, tetapi Marxisme mazhab  Stalisnisme di Soviet juga melakukan teror. Siapapun yang menjadi oposisi Stalin akan dibunuh. Siapa yang bertindak sebagai oposisi dianggap sebagai oposan sejarah, ahistoris, ahuman. Galtung mengategorikan ini sebagai homo stalinensis.
Dengan menelisik jejak sejarah terorisme tersebut, kita dapat mengambil sebuah gambaran bahwa sebenarnya terorisme sudah menjadi bagian sejarah manusia sejak kuno hingga modern ini, terutama dengan motif kekuasaan, baik kekuasaan ekonomi, politik dan agama. Ideologi hanya menjadi alat.
Pada zaman Perang Dingin, setelah berakhirnya kolonialisme maka muncul neokolonialisme. Pada masa Perang Dingin tersebut Amerika Serikat (AS) mempunyai agenda atau kepentingan membendung bahkan menghabisi komunisme. Karena itu, AS juga membantu para gerilyawan Afghanistan dari segi dana, peralatan maupun latihan militer, dalam melawan pendudukan Soviet di Afghanistan sejak 1979.
Turut membantu Afghanistan waktu itu juga Arab Saudi, Pakistan dan Cina. Osama bin Laden dari Arab Saudi yang kemudian dikenal sebagai pemimpin AlQaeda termasuk pejuang muslim luar Afghanistan yang membantu perjuangan gerilyawan Mujahidin di Afghanistan, meskipun konon waktu itu partisipasi Osama bin Laden tidak termasuk program bantuan CIA kepada Mujahiddin.
Dalam berita BBC.co.uk tanggal 20 Juli 2004 dijelaskan bahwa Osama bin Laden merupakan penghubung bantuan AS dan Arab Saudi kepada Mujahiddin Afghanistan. Menurut beberapa analisis, Osama bin Laden dilatih oleh CIA. Artinya, sebenarnya organisasi AlQaeda yang disebut sebagai organisasi teroris dunia itu pada mulanya merupakan sekutu AS dalam memerangi komunis Soviet di Afghanistan.
Lalu mengapa kini “seolah” AS menjadi musuh besar AlQaeda? Itu bukan perkara sulit untuk dijawab, sebab setelah kepentingannya berseberangan maka sekutu bisa menjadi lawan. Saat Perang Teluk, AS membantu Irak melawan Iran. Saat itu Saddam Husein menjadi sekutu AS. Tapi kemudian AS menghabisi rezim Saddam Husein setelah dianggap perlu bagi AS untuk memusnahkannya.
Setelah Soviet jatuh, otomatis kekuasaan rezim homo americanus alias homo occidentalis in extrimis (pinjam istilah Galtung) ini perlu alasan-alasan untuk meyakinkan keamanan negaranya dan harus punya alasan-alasan untuk “menaklukkan” bangsa-bangsa lain yang menjadi targetnya. Jika kali ini gagal di Suriah karena dijegal Rusia dan sekutunya maka masih ada waktu dan tenpat lainnya yang harus digarap.

Terorisme abadi

Sistem kerja intelejen global mengenal yang namanya sel terputus. Firqoh-firqoh Islam garis keras yang dididik melakukan kekerasan, berasal dari pesantren-pesantren yang sumber dananya misterius, dengan tafsir dalil-dalil agama yang mengarah pada kekerasan bisa mungkin merupakan sel-sel jaringan yang terputus, yang tidak disadari oleh mereka yang didoktrin menjadi para syuhada dengan janji-janji surga dengan para bidadarinya yang cantik.
Terorisme di Indonesia merupakan bagian dari jaringan global itu. Saya yakin, hukum nasional ini tidak pernah akan dapat menyelesaikan perkara-perkara terorisme. Segala tindakan pemberantasan terorisme juga tidak akan berhenti begitu saja, sebab terorisme akan terus berjalan. Selama para pejuang pelawan terorisme tidak pernah bisa tahu asal bantuan/dana dan tidak mampu menghentikan pasokan dana-dana misterius terhadap sekolah-sekolah kekerasan itu maka produk-produk kekerasan akan terus berjalan.
Dendam-dendam kesumat di tingkat-tingkat bawah terus membara. Perang akan terus berlanjut. Itulah program dari para “lelembut” yang tidak tampak dilihat dengan mata biasa.
Sebenarnya terorisme bukan hanya berupa teror langsung dengan akibat langsung. Kita juga mengalami ecoterorism, seperti contohnya pembasmian pemukiman di wilayah konsesi Blok Brantas Sidoarjo yang dikenal dengan kasus lumpur Lapindo, kasus pembasmian pemukiman di sekitar Buyat Pante Sulawesi Utara di wilayah konsesi Newmont, kasus pembasmian kultur dan komunitas di wilayah konsesi Freeport di Papua, juga teror terhadap warga Aceh di wilayah konsesi Exxon, dan lain-lain. Kasus-kasus teror oleh tirani kapitalisme begitu akan abadi. Dan kita harus mengakui, tidak bisa berbuat apa-apa!

Psikopat Asbirin Maulana Owner TK-SD Unggulan Al Yaklu Arjosari Malang



Pernahkah Anda bertemu atau kenal dengan seseorang yang memiliki KEPRIBADIAN GANDA atau PSIKOPAT? Saya pernah kenal dengan seseorang yang memiliki kepribadian ganda. Namun, tidak etis dan sangat melanggar kode etik jika saya ‘membongkar’ identitas dari seseorang tersebut. Duh…, serius dan sangat menegangkan sekali nih sepertinya yah…xixixi
By the way, apakah Anda mengerti apa yang dimaksud dengan kepribadian ganda? Secara eksplisit, kepribadian ganda adalah pemecahan kepribadian atau biasa disebut dengan alter ego, merupakan suatu keadaan di mana kepribadian individu terpecah sehingga muncul kepribadian yang lain. Dan kepribadian itu biasanya merupakan ekspresi dari kepribadian utama yang muncul karena pribadi utama tidak dapat mewujudkan hal yang ingin dilakukannya.
Dalam bahasa yang lebih sederhana dapat dikatakan bahwa ada satu orang yang memiliki pribadi lebih dari satu atau memiliki dua pribadi sekaligus. Yang menyeramkan terkadang si penderita tidak tau bahwa ia memiliki kepribadian ganda. Dua pribadi yang ada dalam satu tubuh ini juga tidak saling mengenal dan lebih menyeramkan lagi adalah kadang-kadang dua pribadi ini saling bertolak belakang sifatnya. Wewww…
Sebab itulah mari kita introspeksi diri sama-sama, apakah tanpa kita sadari, diri kita berpotensi memiliki kepribadian ganda ? Jangan sampai orang-orang yang ada di sekitar kita merasa dirugikan karena kepribadian yang membahayakan ini.
Umumnya, kepribadian ganda terjadi karena disebabkan oleh beberapa faktor penyebab. Yang saya tahu adalah disebabkan karena berasal dari keluarga yang –maaf- broken home, mendapat perlakuan kasar di masa kecil [pelecehan seksual, kekerasan fisik, dll].
Seseorang yang memiliki kepribadian ganda, jika dilihat dan diperhatikan, kita tidak bisa langsung menebak apakah seseorang tersebut memiliki kepribadian ganda atau tidak. Sebab penampilannya tampak seperti orang-orang yang normal dan tidak sinting tentunya. Dalam hubungan sosial juga demikian. Tidak ada sama sekali keanehan yang diperlihatkan. Malah biasanya seseorang dengan kepribadian ganda, sangat baik dan ramah sekali terhadap siapa pun lawan bicaranya. Dengan catatan bahwa tetap terjadi hubungan komunikasi yang sehat. Sebab seseorang yang memiliki kepribadian ganda, selalunya ingin menang dalam perdebatan dan tidak peduli dengan siapa ia berbicara. Pendapat orang yang memiliki kepribadian ganda, selalu merasa bahwa pendapatnyalah yang paling benar dan tidak boleh dibantah. Jika dibantah dan didebat terus-menerus, Ia akan berubah menjadi Serigala atau Macan Tutul yang siap menerkam. hhiiiii
Psikopat secara harfiah berarti sakit jiwa. Psikopat berasal dari kata psyche yang berarti jiwa dan pathos yang berarti penyakit. Pengidapnya juga sering disebut sebagai sosiopat karena perilakunya yang antisosial dan merugikan orang-orang terdekatnya.
Psikopat tak sama dengan gila (skizofrenia/psikosis) karena seorang psikopat sadar sepenuhnya atas perbuatannya. Gejalanya sendiri sering disebut dengan psikopati, pengidapnya seringkali disebut orang gila tanpa gangguan mental. Menurut penelitian sekitar 1% dari total populasi dunia mengidap psikopati. Pengidap ini sulit dideteksi karena sebanyak 80% lebih banyak yang berkeliaran daripada yang mendekam di penjara atau di rumah sakit jiwa, pengidapnya juga sukar disembuhkan.
Seorang ahli psikopati dunia yang menjadi guru besar di Universitas British Columbia, Vancouver, Kanada bernama Robert D. Hare telah melakukan penelitian psikopat sekitar 25 tahun.
Hare berpendapat bahwa seorang psikopat selalu membuat kamuflase yang rumit, sangat gemar memutar balik fakta, menebar fitnah (dan ini sudah memakan korban puluhan orang jamaahnya), dan penuh kebohongan untuk mendapatkan kepuasan dan keuntungan dirinya sendiri dan keluarganya.
Dalam kasus kriminal, psikopat dikenali sebagai pembunuh, pemerkosa, dan mencuri harta / uang. Namun, ini hanyalah 15-20 persen dari total psikopat. Selebihnya adalah pribadi yang berpenampilan sempurna, pandai bertutur kata, mempesona, mempunyai daya tarik luar biasa dan menyenangkan.
Psikopat memiliki 20 ciri-ciri umum. Namun ciri-ciri ini diharapkan tidak membuat orang-orang mudah mengecap seseorang psikopat karena diagnosis gejala ini membutuhkan pelatihan ketat dan hak menggunakan pedoman penilaian formal, lagipula dibutuhkan wawancara mendalam dan pengamatan-pengamatan lainnya. Mengecap seseorang dengan psikopat dengan sembarangan beresiko buruk, dan setidaknya membuat nama seseorang itu menjadi jelek.
Berdasarkan hal tsb masih ada sekitar 80 persen psikopat yang beredar di sekitar kita, bagaimana cara mengenali mereka?, berikut 10 ciri-ciri penderita psikopat (Coba anda bayangkan ciri-ciri ini pada Asbirin Maulana/AM alias Sukirman Purwokerto) :


1. Sering berbohong, fasih, dan dangkal
Psikopat sering pandai melucu dan pintar bicara, secara khas berusaha tampil dengan pengetahuan di bidang sosiologi, psikiatri, kedokteran, psikologi, filsafat, puisi, sastra, dan lain-lain. Sering kali pandai mengarang cerita yang membuatnya positif, dan bila ketahuan berbohong mereka tak peduli dan akan menutupinya. Itulah yang kami alami di dalam “jeroan” Al Ya’lu International Outlook School Arjosari Malang dan ciri-ciri ini cocok pada pribadi ownernya, Asbirin Maulana.

2. Pada awalnya menampilkan sikap yang menarik, cenderung dibuat-buat, mempesona, dan menebarkan sikap hangat.
Inilah yang membuat orang mudah memercayainya, dan dengan kepercayaan itu mereka mencelakai atau menipu korbannya. Ciri-ciri ini cocok pada pribadi Asbirin Maulana. Padahal semua pura-pura semata untuk menarik simpati mereka.

3. Beranggapan dirinya yang paling penting dan harus diistimewakan
semuanya berpusat pada dirinya, pokoknya untuk saya, pokoknya milik saya, pokoknya saya dan saya. Setelah mengalami hidup dalam kemelaratan di zaman pelariannya setelah kasus Tanjung Priok 1984, balas dendamnya ini disalurkan dengan memeras tokoh-tokoh orang lama jamaahnya. Setelah puas memeras dan memfitnah, maka dibuangnya teman-teman lamanya ini dengan segala cara agar TIDAK ADA TOKOH TANDINGAN di sampingnya yang akan mengikis gambaran “kehebatan” nya. Intinya kembali pada EGO SENTRISME diri pribadi dan keluarganya. Ciri-ciri ini sangat cocok pada pribadi Asbirin Maulana dan keluarganya. Hukum islam ga mempan terhadap perilaku istri-istrinya. Tajam ke bawah..... wualahhhh ga konsisten dunk..... isuk tempe sore dele, mencla mencle omongane- kata orang jawa.

4. Sering memperlihatkan perlakuan yang impulsif (meledak-ledak),
sulit menunda dan mengendalikan emosi. Kalau punya keinginan harus sekarang, kalau tidak akan marah atau mengamuk. Banyak kejadian di “dapur-nya” Al Ya’lu International Outlook School Arjosari Malang. Banyak bukti yang tidak dapat disangkal dan dialami oleh hati jamaahnya yang lugu-lugu dan bening. Ciri-ciri ini cocok pada peristiwa yang mengelilingi pribadi Asbirin Maulana dan keluarganya. (Ibu Lulus kok nasib Anda sial banget yaa...... dapat suami seperti Asbirin). Kemana akal sehat Anda? Kemana perasaan Anda? Sebelum maut menjemput, sadarkanlah hati dan otak Anda serta istri-istri madu lainnya.

5. Hubungan pertemanan atau hubungan sosial yang singkat
sering ganti-ganti pasangan asmara atau ganti-ganti pekerjaan. para psikopat tidak menginginkan hubungan jangka panjang karena sikap mereka yang lebih menyukai orang-orang baru yang dapat dengan mudah mereka perdaya. Ciri-ciri ini cocok dengan kepribadian Asbirin Maulana.

6. Kurang tanggung jawab atas perbuatannya
berani mengambil keputusan berisiko dan tidak dapat belajar dari pengalaman, selalu diulang terus, meskipun telah diberi hukuman atau peringatan. Ciri-ciri ini cocok dengan kepribadian Asbirin Maulana.

7. Tidak punya rasa sesal dan rasa bersalah
Meski kadang psikopat mengakui perbuatannya namun ia sangat meremehkan atau menyangkal akibat tindakannya dan tidak memiliki alasan untuk peduli. Ciri-ciri ini pas dengan sifat Asbirin Maulana.

8. Kurang empati
Bagi psikopat memotong kepala ayam dan memotong kepala orang, tidak ada bedanya. Temasuk memotong kepala Agus Setiantoro dengan Dumptruck tempo hari. Ciri-ciri ini jelas melekat dalam kepribadian Asbirin Maulana.

9. Impulsif dan sulit mengendalikan diri
Untuk psikopat tidak ada waktu untuk menimbang baik-buruknya tindakan yang akan mereka lakukan dan mereka tidak peduli pada apa yang telah diperbuatnya atau memikirkan tentang masa depan. Pengidap juga mudah terpicu amarahnya akan hal-hal kecil, mudah bereaksi terhadap kekecewaan, kegagalan, kritik, dan mudah menyerang orang hanya karena hal sepele. Beda dengan maqom “imam” yang disandangnya.

10. Manipulatif dan curang
Psikopat juga sering menunjukkan emosi dramatis walaupun sebenarnya mereka tidak sungguh-sungguh. Mereka juga tidak memiliki respon fisiologis yang secara normal diasosiasikan dengan rasa takut seperti tangan berkeringat, jantung berdebar, mulut kering, tegang, gemetar -- bagi psikopat hal ini tidak berlaku. Karena itu psikopat seringkali disebut dengan istilah "dingin". Gagal memperkosa anak buahnya yang sudah bersuami.

11. Hidup sebagai parasit
Ia memanfaatkan orang lain untuk kesenangan dan kepuasan dirinya. Setelah memeras “keringat dan otak” sekian banyak pengikutnya, dia lebih senang memilih orang-orang baru-lugu-jujur-mukhlis (dan tentunya mereka tidak tahu sejarah masa lalunya AM) dan mudah diperdaya ketimbang mempertahankan orang-orang lama yang terlalu banyak tahu dan tempe apalagi banyak ayam.


Mengenali Ciri-ciri Psikopat pada orang anak-anak keturunan Asbirin Maulana (AM)

Ada 18 orang anak-anak keturunan Asbirin Maulana. Sebagian besar bersekolah di TK-SD Unggulan Al Yaklu Arjosari Malang. Beberapa anak keturunan AM mengidap penyakit ini. Ada anggapan bahwa lahirnya seorang psikopat berkaitan dengan temperamen masa kecil si anak terutama sifat anak yang terlalu berani dan tidak punya rasa takut. Tapi ternyata gejala psikopat bukan hanya dari gangguan temperamen tapi lebih karena fungsi kognitif di otaknya yang tidak bisa memproses isyarat tertentu. Lihatlah sekeliling anda. Buka mata dan telinga.

Penelitian baru yang dilakukan menunjukkan bahwa akar dari gangguan tersebut dapat berasal dari dalam pikiran bawah sadar. Seperti dilansir dalam The Huffington Post, Minggu (18/9/2011) para peneliti Patrick Sylvers dari University of Washington dan Patricia Brennan serta Scott Lilienfeld dari Emory, menemukan psikopat mungkin terjadi karena otak kurang dapat melakukan 'pemrosesan preattentive'.

Secara teoritis, jika anak-anak tidak memiliki 'pemrosesan preattentive ini dalam proses berpikirnya, mereka tidak akan pernah belajar memecahkan kode tanda-tanda bahaya. Rasa tak kenal takut ini akan berkembang dan akibatnya, si anak akan tumbuh dewasa dengan kegagalan menggunakan hati nurani dalam bersosialisasi. (kami ingat saat indoktrinasi NII-PISWA Al Yaklu Arjosari, para jamaahnya dilarang menggunakan perasaan atau hati nurani).

Untuk teori tersebut ilmuwan melakukan pengujian terhadap 88 anak laki-laki berusia 7 hingga 11 tahun yang pernah bermasalah di sekolah maupun di rumah. Anak-anak ini dipilih berdasarkan ciri-ciri yang disebut 'callous unemotionality' atau tak punya perasaan emosional.

Ciri-ciri ini termasuk mengabaikan kebutuhan orang lain, kurangnya rasa penyesalan dan empati, mirip dengan ciri-ciri gangguan pada orang dewasa. Peneliti lalu menguji impulsifitas dan gangguan perilaku yang sesuai dengan tanda-tanda narsisme seperti banyak membual, yang juga terlihat pada kebanyakan psikopat dewasa.

Setelah pemeriksaan ini, para ilmuwan memberikan anak laki-laki tes visual untuk mengukur proses emosional sadarnya. Peneliti ingin melihat apakah subjek lebih lambat menyadari wajah-wajah menakutkan yang melintas cepat sehingga tidak terekam oleh pikiran sadar, dibandingkan dengan anak laki-laki normal pada usia yang sama.

Jika hasilnya ya, maka ini akan menjadi bukti bahwa anak-anak yang bermasalah itu tidak memproses isyarat mengancam dalam pikirannya. Para peneliti juga menunjukkan wajah bahagia, jijik dan netral sebagai perbandingan.

Hasilnya, menunjukkan bahwa anak-anak dengan ciri-ciri psikopat memiliki kekurangan dalam pemrosesan kognitifnya untuk menyadari isyarat tertentu, terutama isyarat ketakutan dan isyarat jijik.

Temuan yang dimuat online dalam jurnal Psychological Science ini menunjukkan bahwa anak-anak yang bermasalah memiliki gangguan dalam mengenali segala jenis bahaya sosial dengan cepat.

Mungkin yang paling utama, psikopat tidak mempunyai rasa takut dihukum, sehingga sangat sulit bagi orangtua atau orang lain untuk mengajarinya hal-hal yang benar dan salah. Ciri ini juga didap oleh para teroris seperti Imam Samudra. Mukhlas, Amrozi, Azhari, dan Abu Bakar Baasyir, Abdullah Sungkar serta Panji Gumilang NII Az Zaitun Indramayu, Osama bin Laden, Taliban, terorist Al Qaedah dan sebagainya.

Pada teori yang disebut 'hipotesis keberanian para ahli masih menyisakan beberapa pertanyaan. Para ahli berpendapat kemungkinan masalahnya lebih mendasar yakni neurologis (saraf otak). Psikopat tidak responsif terhadap isyarat yang membangkitkan rasa takut.

Menurut teori ini, psikopat tampaknya tak punya rasa takut karena mereka tidak menaruh perhatian pada hal-hal yang biasanya membuat orang takut. Teori ini menekankan pentingnya intervensi klinis agar anak-anak berlatih memperhatikan isyarat emosional di sekitar mereka secara sadar. Asal tahu saja banyak sekali orang yang mengalami gangguan jiwa psikopat yang tidak terdeteksi karena umumnya berperilaku seperti orang normal biasa. Seorang psikopat bisa begitu misterius dan sulit ditebak.

Perilaku psikopat kadang cukup menawan, bahkan sopan dan jarang bersikap emosional. Meskipun melakukan kejahatan brutal psikopat sama sekali tidak menunjukkan empati atau hati nurani yang bersalah. Itulah yang membuat psikopat begitu misterius dan sulit dipahami yakni kurang memiliki perasaan seperti halnya manusia yang normal.

Berdasarkan analisa, penulis membagi psikopat di dalam tiga kategori.
1.Psikopat ringan
2.Psikopat sedang
3.Psikopat berat
ad.1.Psikopat ringan
Yaitu pengidap psikopat yang melakukan perilaku yang secara umum menyimpang dari norma-norma sosial.
Contoh
Berdasarkan hasil survei di Amerika, 1 dari 8 Facebooker adalah pengidap psikopat.
Ciri-cirinya:
1. Sering berbohong : menggunakan foto profil palsu, nama palsu dan data palsu
2. Egosentris : Enggan menerima saran-saran positif dan suka membantah
3. Tidak punya rasa sesal dan rasa bersalah:  suka menyerang pribadi pembuat status tanpa merasa bersalah
4. Senang melakukan pelanggaran: suka memuat foto porno, foto tidak sopan, suka membuat status yang tidak layak dibaca
5. Sikap acuh tak acuh: Suka membuat komentar yang bersikap sinis
6. Kurang empati: merasa lebih tahu, lebih mengerti dan merasa lebih pintar dari pembuat status lainnya
7. Agresif : suka mencela status dan penulis status. Bahkan, suka menggurui.
8. Impulsif dan mudah bereaksi : jika ada status yang bernada provokatif, Facebooker tersebut langsung bereaksi keras.
9. Tidak mampu bertanggung jawab : kalau melakukan kesalahan di Facebook, tak pernah meminta maaf
10.Manipulatif: kalau ditegur Facebooker lain, slalu cari-cari dalih atau alasan
ad.2.Psikopat sedang
Yaitu pengidap psikopat yang melakukan perilaku yang secara umum menyimpang dari norma-norma hukum.
Ciri-cirinya
1. Sering berbohong: suka menipu, pungli, korupsi, nepotisme,suap, sogok
2. Egosentris :  suka memalak atau memeras
3. Tidak punya rasa sesal dan rasa bersalah: selalu menguangi perbuatan jahatnya
4. Senang melakukan pelanggaran:  suka melakukan tindakan kriminal perdata
5. Sikap acuh tak acuh: tidak takut ancaman hukuman (tapi malah saat ini melarikan diri bersembunyi dari jamaahnya dengan alasan super sibuk bisnis, sibuk banyak istri, banyak rumah, sibuk banyak dosa –hehehehe- tanya kenapa?)
6. Kurang empati:  suka mempermainkan perasaan orang lain
7. Agresif: suka memaksa
8. Impulsif dan mudah bereaksi : langsung reaktif tanpa mau mendengarkan keluhan orang lain
9. Tidak mampu bertanggung jawab : selalu menghindar dari pertanggungjawaban. Menimpakan sebuah kegagalan pada anak buahnya, bahkan tangan kanannya. Cuci tangan berlagak bego tak tahu menahu dan sebagainya.
10. Manipulatif: suka cari-cara alasan dan pembenaran atas perbuatan kriminalnya
ad.2.Psikopat berat
Yaitu pengidap psikopat yang melakukan perilaku yang secara umum menyimpang dari norma-norma agama
Ciri-cirinya:
1. Sering berbohong: walaupun sudah disumpah atas nama Tuhan, tetapi tetap berbohong (di depan forum pengadilan yang diadakan untuk skenario ”pembuangan” istrinya Purwati di VEDC Tahun 1996 agar dapat menyelamatkan harta emas rampokan). Rahasia ini tidak diketahui Sukirman-Langgeng dan elit-elit Al Yaklu lainnya. Dengan berlinangan air mata ”buaya” untuk menunjukkan pada jamaahnya bahwa dia jujur. Padahal semua sandiwara.
2. Egosentris : merasa pahamnya sendiri (NII PISWA) paling sempurna
3. Tidak punya rasa sesal dan rasa bersalah: jika berkata tidak benar (munafik) dan suka ingkar janji walaupun menggunakan nama Allah atau mengucapkan kalimat “Insya Allah”
4. Senang melakukan pelanggaran : berzina (AM jajan saat di pelarian dalam pengejaran Intelejen saat ini), judi, lesbian, homoseks (seorang jamaahnya dituduh homoseks sesama pekerja warung makannya, lalu dihukum cambuk, tapi kini dijadikan ”bos” Rumah Makan Ulu Juku Makassar), dll.
5. Sikap acuh tak acuh : tidak mau menghargai penganut paham / agama lain
6. Kurang empati:  membenci suku lain, paham aliran lain, etnis / ras / bangsa lain dan antar golongan lain secara sembarangan (gebyah uyah).
7. Agresif : melakukan perkosaan (bahkan terhadap istri2 nya dengan membayangkan mereka sebagai bintang film porno yang kerap ditontonnya diam-diam), pembunuhan (Suud-Bangil dan Agus Ireng Setiantoro), perampokan (yang di toko emas Ponorogo, masih ingat kan?), perusakan harta pribadi jamaahnya (barang-barang milik jamaah diperas sampai rusak, sementara milik keluarganya di simpan digunakan jika sangat penting mendesak), penyiksaan,
8.Impulsif dan mudah bereaksi : bersikap anarki terhadap hal-hal yang tujuannya mungkin baik, tetapi caranya salah dan tidak mengikuti syariah tuntunan ulama
9. Tidak mampu bertanggung jawab : melakukan kejahatan dengan dalih membela agama atau demi agama.
10. Manipulatif: menipu jamaahnya dengan skenario tertentu untuk kasus tertentu.
Indikator awal
Gejala, ciri-ciri dan dan analisa di atas jika diterapkan kepada orang lain, sifatnya masih merupakan “indikator awal”. Tingkat kebenarannya masih 50%. Untuk membuktikan kebenarannya apakah seseorang pasti psikopat ataupun bukan psikopat, perlu observasi dan diagnosa lebih lanjut oeh ahlinya. Diagnosa bisa dilakukan secara medis dan atau psikologis dan membutuhkan waktu yang cukup. Meskipun demikian, indikator awal biasanya cukup bisa dijadikan gambaran yang sebenarnya. Semoga bermanfaat.
Penutup
Akhirul kalam fil blog.... al afwu minkum, wassalamu alaikum hai saudara-saudaraku yang tertipu dan diperbudak di Al Ya'lu, semoga kalian segera tersadar dari segala bentuk tipuan syaiton asbirin Maulana wa ahlahu (dan keluarganya), wa banana-hu (...dan dari pisangnya, maaf bahasa campuran inggris-arab....), wa sayyiatuhu (dan keburukan-keburukannya Asbirin), wa syiatuhu (dan syiah-syiah pengikutnya pembela Asbirin)

Diolah kembali dari sumber


Saturday, March 22, 2014

Ketika Tuhan Memilihmu untuk Menuliskannya

Sadarkah kita akan takdir kita? Tahukah apa yang akan menjadi masa depan kita? Dan apakah kita akan tahu apa yang akan kita tuliskan di masa depan kita?  Pernahkah kita merenung dan memikirkan tentang ini?
Suatu hari kita akan mengalami mati ide. Tidak tahu apa yang harus dituliskan dan cerita apa yang akan dirangkai. Kita akan merasa kesal karena buntu. Namun di saat itulah seharusnya kita melepaskan sejenak jari-jari kita untuk menguntai kata dan kalimat. Biarkan kita beristirahat sejenak dari setiap rutinitas kita di depan layar untuk mengayukan jemari menjadi sebuah kisah. Karena sesungguhnya Tuhan sedang mengistirahatkan kita sejenak sebagai seorang penulis.
Tuhan telah menyiapkan sekian banyak kisah yang tidak terhingga, telah diputuskanNya siapa akan menulis apa. Jadi kenapa harus takut kalau kita tidak akan bisa menulis. Dunia menulis terlalu rumit, terlalu kompleks dan terlalu sederhana untuk dimengerti. Milyaran orang di luar sana berlomba-lomba menuliskan apa saja yang memang sesungguhnya telah menjadi bagiannya.
Tapi apakah dunia menulis adalah sebuah arena lomba? Siapa pun, di mana pun, kapan pun, setiap orang berhak menuliskan apa saja yang ingin dituliskannya. Kita tidak berhak melarang bahkan ketika tulisan tersebut asusila. Namun tetap menulis harus memiliki norma. Tidak bisa juga kita sembarang menulis hanya karna ingin memuaskan diri kita akan hasrat menulis. Kecuali tulisan anorma tersebut adalah tulisan pribadi yang bukan untuk dikonsumsi massa.
Namun renungkanlah kawan, Tuhan-lah yang memilih siapa menuliskan apa dan pada saat apa. Tidak perlu kau takut untuk menuliskan apa yang ada dalam pikiranmu, tidak perlu berfikiran bahwa penerbit tidak akan menyukainya, tuliskan saja apa yang ada di pikiranmu. Tuliskan dan biarkan dirimu tenggelam hingga milyaran meter dalamnya. Galilah triliyunan kata.
Rangkaikanlah jutaan kalimat ke dalam apa yang ingin kamu tuliskan. Karena memang sesungguhnya Tuhan telah memilihmu untuk menuliskannya. Tidak usah khawatir tulisanmu jelek. Bila pendapat orang jelek, kamu pasti bisa memeperbaikinya, karena sesungguhnya tenggat waktu adalah permainan manusia, tidak akan pernah habis waktu jika kamu ingin memperbaiki tulisanmu, kecuali Tuhan yang mengambil waktu itu darimu.
Dan ketika Tuhan memilihmu untuk menuliskannya, bersyukurlah bahwa kamu telah menjadi satu dari sekian banyak manusia pilihanNya untuk menyampaikan sebuah pesan ke dunia ini. Nikmatilah kebahagiaanmu dan rayakanlah keberhasilanmu itu dangan membagi syukur dengan orang-orang di sekitarmu, yang memuji maupun yang mengkritikmu. Dan banggalah selalu pada dirimu karena telah menjadi orang pilihanNya.

 

Hai Wiyanto, Endang, Kembalilah menulis membela yang benar. Bukan Membela yang bayar! Apakah sudah surut idealisme mu meneliti dan berpikir jernih? Atau ente niat jual agama dan dirimu di Malang buat melayani nafsu setan Asbirin Maulana. Teliti kembali langkahmu. Sebelum terlambat!!.

Tuesday, January 7, 2014

Teroris Paling Berbahaya: Santoso dan Autad Rawa


Tim Densus 88 menggiring satu dari tiga tersangka teroris yang akan diterbangkan ke Jakarta, dari Mako Brimob Polda Sumut, di Medan. (sumber: Antara)
Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Teror (BNPT) menyatakan meskipun kelompok teroris saat ini terpecah dalam kelompok-kelompok kecil namun mereka tetap berafiliasi dengan dua kelompok Negara Islam Indonesia (NII). Yaitu, Jamaah Ansoru Tauhid (JAT), dan Jamaah Islamiah (JI).
Hal ini dikatakan Ketua BNPT, Ansyad Mbai saat berbicara dalam diskusi bertema “Catatan Akhir Tahun 2013 Penanganan Terorisme dan Antisipasi Potensi Aksi Radikal Terorisme di Tahun 2014” di Jakarta Pusat, Kamis (19/12). Turut hadir Deputi Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi Agus Surya Bahkti, Deputi Kerjasama Harry Purwanto, dan Deputi Penindakan Arief Dharmawan.
“Kalau dikristalkan, kelompok (yang ada saat ini) adalah kelompok Abu Omar. Abu Omar ini bukan JI dan JAT tapi dia NII meski antara ketiganya juga bukan terlalu beda karena JI itu sempalan NII. Buktinya Abu Bakar Baasyir (pernah) dalam posisi Menteri Kehakiman NII waktu dia membentuk JI. Abdulah Sungkar juga pernah menjabat Menlu NII. Tokoh-tokoh JI ini juga punya struktur di NII dan begitu ketahuan menjelma JAT. Jadi orangnya itu-itu juga,” ujar Harry.
Abu Omar ini diyakini membawahi dua kelompok besar yang dianggap paling aktif saat ini, yakni Abu Roban di bawah Majelis Mujahidin Indonesia Barat dan Santoso di bawah Majelis Mujahidin Indonesia Timur. Abu Roban telah tertembak mati sedangkan Santoso masih buron.
“Kelompok Abu Roban ini yang beraksi (fai) di Lampung, Jakarta, Bekasi, Jabar, Jateng, Jateng, dan Jatim. Dari sini terkumpul dana yang besar dan dana itu mengalir untuk melatih, merekrut, dan beraksi lagi. Latihannya di Poso dibawah Santoso dan Autad Rawa alias Sabar alias Daeng Koro. Dua orang itu berbahaya,” ungkap Ansyad.
Munculnya kedua nama itu, karena lumpuhnya JI semenjak tertangkapnya sejumlah pentolan mereka. Seperti Noordin M. Top yang tertembak mati sejak 2009, lalu Umar Patek, dan Dul Matin.
“Umar Patek dan Dul Matin yang sempat bersembunyi di Minadanao ini kan lalu masuk kembali ke Indonesia dan mereka sepakat reuni (membuat pelatihan militer) di Aceh. Siapa yang menggerakan ini semua ya ujung-ujungnya Abu Bakar Ba’asyir. Maka Ba’asyir kena telak penjara 15 tahun, “ sambung Ansyad.
Setelah pelatihan Aceh tercium polisi dan jaringan mereka diobrak-abrik, maka mereka kemudian melakukan fai dengan merampok bank CIMB Medan dan melakukan penyerangan Polsek Hamparan Perak.
“Nah dari sini sebagian ke Jakata dan di Jakarta lebih berkembang lalu muncul gagasan untuk membuat pusat pelatihan di Poso yang disponsori NII-nya Abu Omar itu. Abu Omar ini adalah ayah tiri Farhan yang (menembak polisi) di Solo. Di dalam NII Abu Omar ini juga ada kelompok Kodrat,” tambahnya.
Di Poso, Ansyad melanjutkan, kelompok yang datang berlatih datang dari  Solo, Jatim, dan Bima, NTB. Ada juga yang datang dari Makassar dan Ambon.

 Penulis: Farouk Arnaz/MUT

Wednesday, January 1, 2014

Memperingati HARI LAHIRNYA PANCASILA


Ketika saya ikut gerakan underground NII PISWA Arjosari Malang (perkumpulan Manunggal Bangsa Malang), Pancasila dianggap sebagai berhala besar yang harus dimusnahkan dan diganti dengan Al-Qur’an jika NII PISWA kelak meraih FUTUH MAKKAH (penggulingan rejim pemerintahan Indonesia), timbul sebuah pertanyaan: Apakah Pancasila saat ini masih relevan untuk disembah?

Bangsa Indonesia ditakdirkan sebagai bangsa yang beragam baik dari segi suku, agama dan budaya. Perbedaan itu dipertentangkan secara tajam oleh Belanda sebagai sarana adu domba, agar tidak ada kekuatan pemersatu yang bisa mengancam penjajahan Belanda. Sama halnya dengan yang saya alami ketika tahun 1991 saya masuk dalam jeratan paham Darul Islam (DI-TII) yang di Singosari Malang dibawa Abang alias Asbirin Maulana alias Syatibi. Abang inilah yang membawa pemahaman baru (welt anschaung) bagi kami anak-anak muda yang haus akan daulah islamiyah yang bercermin pada perjuangan underground Negara Islam Indonesia (NII).

Pemahaman NII yang memperuncing perbedaan diantara ummat Islam di Indonesia dengan pisau analisis Al Furqon. Kami waktu itu diajari cara “membaca” atau membedakan antara orang mukmin dan orang kafir diantara rakyat Indonesia dengan 7 lapis materi indoktrinasi (disamarkan dengan istilah festival) selama 2 hari 3 malam.

Kehadiran golongan NII Pemerintahan Islam Sejuta Wali – PISWA (yang suka mengkafirkan masyarakat di luar kelompok NII karena tidak bersyahadat sesuai paham mereka) adalah bentuk hadirnya penjajah baru, dan pemecah belah persatuan rakyat Indonesia. Dimana hal ini merupakan ancaman bagi Pancasila khususnya sila ketiga persatuan Indonesia.

Pancasila, menurut Syahrir, merupakan sebuah ide dasar pembentukan masa depan negara Indonesia. Sebab itu,Pancasila tidak akan berbenturan dengan globalisasi maupun modernisasi. Nilai yang berbenturan dengan Pancasila adalah budaya kekerasan, budaya pecah belah, dan budaya westernisasi (kebarat-baratan). Ketiga budaya tersebut merupakan penghalang bagi modernisasi yang dicita-citakan para Founding Father negeri ini.

Jika globalisasi dijadikan sebagai alasan dari hancurnya nilai-nilai luhur bangsa, sebaliknya globalisasi yang didasarkan pada nilai Pancasila justru memperkuat jati diri bangsa. Globalisasi bukan semata-mata menelan budaya Barat secara mentah-mentah. Sebaliknya, globalisasi yang berarti hilangnya batas-batas antarnegara dapat dijadikan ajang promosi budaya luhur bangsa Indonesia.

Sebagai contoh argumen di atas, profesor-profesor di Harvard dan Yale University sering merujuk Indonesia dalam studi tentang konsep masyarakat majemuk yang toleran. Hal tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia dengan falsafah dasar Pancasila mampu menjadi inspirasi dunia dalam mengembangkan masyarakat global yang plural, namun memiliki sikap toleransi yang tinggi. Dengan hadirnya konsep NII-PISWA yang memperuncing perbedaan diantara ummat Islam sendiri lebih-lebih kepada agama lain, tentunya jelas melahirkan benih-benih intoleransi, disharmoni dalam berbangsa dan beragama. Indonesia bukan negara Islam, karena tidak dibangun berdasarkan Al-Quran, namun oleh semangat kebangsaan dalam ragam agama, suku bangsa dan budaya.

Memaknai Pancasila sebagai dasar negara dapat membuat generasi muda menjadi lebih memiliki toleransi yang tinggi, tanpa perlu mengklaim diri sebagai islam sejati, tanpa harus membodohi ummatnya sendiri. Pancasila bukan sekadar simbol pemersatu. Ia esensi dari kebersamaan dan keberagaman yang ada di Indonesia.

BHIMA YUDHISTIRA ADHINEGARA
Mahasiswa Internasional Program, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada